Staf Ahli Menteri Bidang Sosial dan Peran Masyarakat Kementerian PUPR Baby Setiawati Dipokusumo (kiri) didampingi Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko saat memberi keterangan kepada awak media. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)
Staf Ahli Menteri Bidang Sosial dan Peran Masyarakat Kementerian PUPR Baby Setiawati Dipokusumo (kiri) didampingi Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko saat memberi keterangan kepada awak media. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Inovasi pengelolaan sampah menjadi sumber energi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama masyarakat Kota Malang mendapat sambutan positif dari pemerintah pusat. Inovasi yang tergolong baru itu ternyata dilirik oleh Kementerian PUPR dalam program Penghargaan PUPR yang saat ini sudah masuk dalam tahap penilaian dan akan diumumkan hasilnya pada 3 Desember 2018 mendatang.

Staf Ahli Menteri Bidang Sosial dan Peran Masyarakat Kementerian PUPR Baby Setiawati Dipokusumo menyampaikan, inovasi pengelolaan sampah menjadi gas metan sebagai sumber energi terbarukan itu saat ini masih jarang di Indonesia. Sehingga dia berharap, inovasi itu bukan hanya sekadar masuk dalam program penghargaan saja, melainkan dapat ditularkan ke seluruh daerah di Indonesia.

"Inovasi seperti itu kan sebenarnya sangat jarang sekali dan kami mendorong agar daerah lain meniru Kota Malang dalam mengolah sampah," katanya kepada wartawan usai menghadiri kunjungan tim Penghargaan PUPR 2018 di ruang sidang Balai Kota Malang, Kamis (18/10/2018).

Sederet inovasi yang masuk dalam kategori baru dan dapat dimanfaatkan masyarakat itu akan terus didorong untuk lebih diperluas lagi. Sebab. bagaimanapun, keberhasilan sebuah inovasi patut menjadi contoh bagus bagi daerah lain. Terutama dalam mengelola sampah, yang selama ini selalu menjadi momok tersendiri bagi masyarakat.

"Tujuannya lebih mendorong dan memotivasi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur PUPR. Kemudian meningkatkan sinergi penyelenggaraan infrastruktur dengan PUPR," kata perempuan berhijab itu.

Menurut Baby, ajang penghargaan itu terdiri dari tiga kategori. Pertama, kategori pemerintah daerah yang melaksanakan dan mendukung kerja sama badan usaha. Kedua adalah pengelolaan sampah atau yang bergerak di bidang energi. Selanjutnya adalah inovasi penerapan teknologi penyelenggaraan infrastruktur PUPR.

"Dan Kota Malang ini masuk dalam dua kategori. Yaitu kategori pengelolaan sampah menjadi energi dan inovasi teknologi penerapan bidang air minum," jelas Baby. 

Dia pun beeharap, Kota Malang dapat menggerakkan pemerintah daerah di Indonesia melalui inovasi yang diciptakan. Sehingga ada sinergitas nyata antar-berbagai wilayah untuk mendukung kemajuan Indonesia di masa sekarang dan yang akan datang. (*)