Pertemuan kedua pihak dengan Ketua L2DIKTI dikawal Kapolsek Sukun (16/10/2018)(ist)
Pertemuan kedua pihak dengan Ketua L2DIKTI dikawal Kapolsek Sukun (16/10/2018)(ist)

MALANGTIMES - Penyelesaian konflik di Universitas Kanjuruhan Malang mulai menemukan titik terang.

Hal ini diperoleh setelah ada pertemuan kedua belah kubu yang berseteru, yakni pihak Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia (PPLP PT PGRI) yang direpresentasikan oleh Christea Frisdiantara dan Rektor Unikama Pieter Sahertian.

Baca Juga : Dokter Tersangka Kasus Korupsi Ini Sakit saat Diperiksa Kejaksaan

Pertemuan digelar di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2 Dikti) Wilayah VII di Surabaya (16/10/2018).

Pertemuan ini dikawal langsung Kapolsek Sukun Kompol Anang Tri Hananta.

Kedua Instansi negara yang membawahi perguruan tinggi tersebut, sudah mengakui bahwa Koento Adji Koerniawan masih sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Rektor Unikama.

Hal tersebut ditegaskan Ketua L2DIKTI Wilayah VII Jatim, Prof Dr Ir Suprapto (17/10/2018).

"Pjs Rektor Unikama (Koento Adji Koerniawan) diakui oleh L2DIKTI wilayah VII Jatim maupun Kemenristekdikti," tegasnya.

Karena itu, dia berharap, agar pihak Pjs bisa segera melakukan tugasnya dan persiapan untuk melakukan pemilihan rektor definitif hingga kampus bisa berjalan seperti semula.

Namun untuk hasil pertemuan kemarin tersebut, masih belum dibeber Suprapto secara jelas.

Baca Juga : ILC Dituding Pakai Narsum Palsu, TVOne Siap Layangkan Gugatan Hukum Pada Media Online Sintesa News

Pasalnya pihaknya akan kembali melakukan konsultasi dengan Kemenristekdikti tentang bagaimana langkah selanjutnya.

"Sementara kami akan konsultasi lagi dengan  Kemenristek," paparnya.

Sementara itu, informasi yang didapat, besok (18/10/2018) pihak L2DIKTI dikabarkan bakal mengumumkan langsung di Kampus Universitas Kanjuruh Malang (Unikama) secara langsung tentang status rektor.

Kabarnya juga dalam pengumuman tersebut bakal ada pengawalan dari pihak Kepolisian untuk menghidari kerusuhan kembali terjadi.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, pasca bentrokan yang terjadi beberapa hari yang lalu, kedua pihak bersama Polisi sepakat untuk pergi ke L2DIKTI melakukan konsultasi mengetahui kejelasan status rektor serta meminta pentunjuk selanjutnya terkait konflik Unikama.