Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Malang Totok Kasianto (foto: Imarotul Izzah/ MalangTIMES)
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Malang Totok Kasianto (foto: Imarotul Izzah/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tidak hanya zonasi sekolah dan zonasi sarana prasarana saja, Dinas Pendidikan Kota Malang juga harus mengupayakan zonasi guru. Ini merupakan kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengenai pemerataan guru. Zonasi guru dilakukan untuk menghapus ketimpangan kualitas pendidik di Indonesia.

Nah, zonasi guru tersebut merupakan tantangan yang cukup besar bagi dinas pendidikan. Sebab, menurut Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Malang Totok Kasianto, sebentar lagi akan ada ribuan guru yang pensiun.

Baca Juga : Belajar dari Rumah Lewat TVRI Mulai Hari Ini, Intip Jadwalnya Yuk!

"Akan ada pemerataan kompetensi dan jumlah guru yang ada di satuan pendidikan. Lha ini tantangan kita semuanya padahal kondisi sekarang yang mau pensiun itu 1.242," ujar Totok.
Menurut perhitungannya, lima tahun yang akan datang jumlah guru yang akan pensiun adalah 1.242. Hal tersebut cukup berbahaya. Sebab, dalam peraturan, semua instansi tidak boleh mengangkat guru honorer. Menurut Totok, itu bertentangan dengan aturan zonasi ketenagaan itu sendiri.

"Ini tantangan. Bagaimana memecahkan yang seperti ini. Kalau itu cuma honorer ya bagaimana. Ini berbahaya. Artinya, ada ketentuan peraturan bahwa semua instansi tidak boleh mengangkat honorer ataupun sejenisnya. Lha ini kan bertentangan. Di sisi lain guru sudah pensiun," paparnya.
Sementara itu, penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) atau CPNS hanya sejumlah 230 untuk guru.

"Pemerataan ini sebenarnya bagus untuk mutu pendidikan di sekolah-sekolah jadi terpenuhi. Jadi bisa saling mengisi antar satu sekolah dengan yang lain. Tapi, dengan jumlah pensiun yang lebih banyak apa bisa?" katanya.

Baca Juga : Cegah Covid 19 Pada Lansia dan Anak-Anak, Pemkot Batu Akan Beri Tambahan Nutrisi

Lebih lanjut, Totok menyatakan bahwa masalah ini perlu dicari pemecahannya. Tentunya, menurut Totok dibutuhkan masukan dari para pakar pendidikan di Kota Malang.