Peringati Hari Santri, Wakil Wali Kota Malang: Ngaji Aja Nggak Cukup

Oct 17, 2018 15:17
Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwo (dua dari kiri) saat hadir dalam peringatan Hari Santri di Hotel Pelangi, Rabu (17/10/2018) (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwo (dua dari kiri) saat hadir dalam peringatan Hari Santri di Hotel Pelangi, Rabu (17/10/2018) (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

MALANGTIMES - Hari Santri kembali diperingati di Kota Malang. Kali ini, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko berpesan agar para santri senantiasa menjadi agen perubahan dan mampu mengambil peran dalam pembangunan bangsa Indonesia.

Baca Juga : Warga Terdampak Covid-19 di Kabupaten Malang, Bakal Dapat Pasokan Makanan Dapur Keliling

Dia berpendapat, santri memang sudah seharusnya mengambil peran besar untuk mempertahankan karakter bangsa dan idiologi negara Indonesia. Terlebih di era globalisasi ini santri juga akan dihadapkan dengan tantangan yang jauh lebih besar. Maka perlu dilakukan berbagai upaya untuk tetap bertahan dan menerjang arus globalisasi dibanding pemuda pada umumnya.

"Yang jelas, para santri harus selalu menjadi yang terdepan," katanya di hadapan sekitar 100 santri yang datang dalam acara peringatan Hari Santri Nasional di Kota Malang pada Rabu (17/10/2018) yang bertempat di Hotel Pelangi.

Menurutnya, dalam menjawab tantangan globalisasi, para santri tidaklah cukup hanya duduk dan mengaji. Melainkan harus melakukan berbagai persiapan dalam menjalani kehidupan. Sehingga nantinya mampu mempertahankan nation character dan idiologi negara Indonesia. 

“Oleh karenanya, melalui kegiatan ini, saya berharap kepada para santri, untuk ikut andil dalam menghadapi  tantangan zaman yang kian mengglobal di semua lini kehidupan. Santri harus mampu menjadi subyek dalam berbagai bidang kehidupan. Mengamalkan ilmu agama yang ia peroleh dari pesantren maupun mengembangkan alih teknologi yang didapat,” pungkasnya.

Lebih jauh dia menerangkan, globalisasi telah menjadikan batas antar negara menjadi sangat tipis bahkan seolah tak ada sekat pemisah. Kehadiran globalisasi yang tak dapat dihindari, mampu membawa pengaruh bagi kehidupan masyarakat. 

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Salurkan Bantuan bagi 1.666 Warga Miskin

"Pengaruh globalisasi bisa positif dan negatif, yang tanpa disadari dapat mengkontaminasi sendi-sendi kehidupan manusia. Salah satu dampak negatif adalah dekadensi moral, sebagai imbas atas ragam informasi serta budaya yang bertentangan dengan norma agama serta nilai-nilai budaya bangsa kita," papar pria yang akrab disapa Bung Edi itu.

Di sisi lain, berbagai kegiatan yang dilaksanakan untuk memperingati Hari Santri itu adalah halaqah atau forum yang bersifat ilmiah, yang dalam hal ini mendatangkan KH.Rijal Mumazziq Zionis (Rektor IAI Al Falah As-Sunniyah Kencong Jember) dan Abdullah Hamid,M.Pd (Penasehat AISNU sekaligus Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya) sebagai narasumber. 

Sementara maksud dan tujuan dari acara tersebut adalah untuk meneladani semangat jihad, semangat kebangsaan, memupuk semangat santri untuk mengokohkan pilar-pilar NKRI berdasarkan Pancasila. Serta memberikan pemahaman kepada santri untuk menggunakan teknologi informasi sebagai media dakwah dan kemaslahatan umat.

Turut hadir dalam acara tersebut adalah Wakil Wali Kota Malang Ir.H Sofyan Edy Jarwoko, Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Malang, Ketua PCNU Kota Malang, serta Ketua PD Muhammadiyah.

Topik
Berita MalangPeringati Hari SantriSofyan EdiWakil Walikota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru