Andry Dewanto Ahmad (kanan) dan Muhammad Qodri (kiri) (foto: Imarotul Izzah/Malang Times)
Andry Dewanto Ahmad (kanan) dan Muhammad Qodri (kiri) (foto: Imarotul Izzah/Malang Times)

MALANGTIMES - Wilayah Kabupaten Malang memiliki banyak sekali keunikan. Potensi desa-desanya pun bermacam-macam.

Namun tahukah Anda kalau ada dua desa yang menonjol di Kabupaten Malang secara nasional.

Dua desa itu adalah Desa Pujon Kidul dan Sanankerto. Hal ini disampaikan oleh Koordinator Konsultan Pendamping Wilayah (KPW) IV Provinsi Jawa Timur Andry Dewanto Ahmad.

“Desa yang menonjol secara nasional Kabupaten Malang itu sekurang-kurangnya ada dua, Pujon Kidul sama Sanankerto,” ungkapnya tadi (15/10) saat ditemui di Universitas Muhammadiyah (UMM) Malang.

Pujon Kidul terkenal dengan Café Sawahnya. Sementara Sanankerto dengan Wisata Boonpringnya.

Kedua desa itu merupakan contoh desa di Kabupaten Malang yang sukses mengeksplor potensi di wilayahnya.

Menurut Andry, Bumdes antar desa di Malang memang kuat dan bagus, potensi wisatanya tinggi, dan prakarsa desanya kuat.

Untuk itu desa-desa di Kabupaten Malang harusnya bisa juga memaksimalkan potensinya.

Terlebih lagi, setiap desa akan mendapatkan dana desa sebesar kurang lebih 800 juta. Namun, dana tersebut tidak diberikan langsung, melainkan dalam bentuk program.

“Dana desa sekitar Rp 800 juta. Bisa kurang dari itu. Sesuai dengan luas wilayah, jumlah penduduk, dan  faktor yang lain. Itu nanti pengajuannya dari kepala daerah. Dana desa tdk boleh diberikan langsung tapi harus diberikan dalam bentuk program dan diutamakan untuk pemberdayaan,” terang Andry.

Untuk itu, dalam acara Bursa Inovasi Kabupaten Malang 2018 tadi, diadakan juga pertukaran pengetahuan antar desa dalam bentuk meja-meja konsultasi. Dari sini, inovasi dari desa tertentu direplikasi oleh desa lain. Tentunya disesuaikan dengan potensi di daerahnya.

“Menu-menu bursa inovasi, hal-hal baik di tempat lain, rencananya dicapture dan direplikasi di RKPDS (Rencana Kerja Pembangunan Desa) desa masing-masing. Nanti akan dimasukkan dalam program. Jadi ada pertukaran pengetahuan untuk meningkatkan kapasitas desa agar dana desa hasilnya lebih maksimal,” ujar Andy.

Untuk diketahui, bursa desa tersebut memang diadakan untuk memaksimalkan penggunaan dana desa. Diikuti oleh 378 desa.

“Supaya tidak hanya untuk fisik saja atau infrastruktur, tapi bisa untuk sumber daya manusia, pelayanan sosial dasar, begitu juga dengan untuk bidang eknomi atau sosial,” terang Muhammad Qodri, Kabid Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang sekaligus Ketua Panitia Bursa Inovasi Kabupaten Malang 2018.