MALANGTIMES - Satu jam dalam hitungan waktu bersama Bupati Malang Dr H Rendra Kresna, terasa singkat.

Di ruang kerjanya yang terasa suram dan menghimpit suasana hati yang berkecamuk hebat, Jumat (12/10/2018) lalu.

Sekitar pukul 10.00 WIB, saat itu kami dari MalangTIMES dipersilakan untuk masuk.

Rendra sosok adalah Bupati Malang dua periode dengan langkah pendek, menekan saklar lampu ruangan kerjanya di Pendapa Pringitan Kabupaten Malang.

Lampu menyala, tapi suasana tetap sama. Menekan dada dan ada rasa kikuk yang tak pernah terjadi sebelumnya.

“Terimakasih kalian masih mau bertamu dan berkawan dengan saya dalam kondisi seperti ini,” ucap Rendra kepada kami.

Raut wajahnya terlihat lelah, walau senyumnya tetap dipaksakan hadir. Matanya menatap kami dan tanpa diminta meluncurlah kalimat-kalimat patah dari bibirnya yang terkadang bergetar.

“Mungkin, dengan kejadian ini masyarakat menilai saya sebagai penjahat. Tapi siapapun yang masih mau berteman dengan saya, terima kasih banyak. Ini adalah konsekuensi dari sebuah jabatan politik,” ucapnya dengan nada bergetar.

Sesekali kepalanya mendongak, serupa menahan sesuatu yang bergemuruh dalam dadanya.

Ruangan kerja Rendra terasa senyap. Hanya nafas-nafas yang memburu dan berusaha diredam agar tidak menjadi isak, terdengar nyaring di telinga kami.

Rendra Kresna tersandung dugaan gratifikasi Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2011.

Pengggeledahan oleh KPK pun dilakukan di ruangan kerja,  rumah pribadi dan beberapa kantor OPD Kabupaten Malang,  beberapa waktu lalu. 

Masyarakat terhenyak. Serasa tidak percaya,  pimpinannya yang dikenal sebagai seorang pekerja keras dalam membangun kabupaten Malang. Berjiwa kebapakan dan dikenal dekat masyarakat terpiuh badai dugaan gratifikasi. Sampai KPK berhari-hari menginap di bumi arema untuk mengusut kasus tersebut. 

Sejak awal penggeledahan, Rendra secara tegar dan jantan menyatakan,  dirinya telah ditetapkan menjadi tersangka.

"Saya baca di BA (Berita Acara) sudah tertulis jadi tersangka. Maka saya sampaikan ke media,  saya sudah jadi tersangka. Walau KPK belum mengumumkan status saya," ujarnya. 

Status tersangka tentunya bukan hal sederhana bagi Rendra dalam kasus yang diusut KPK tersebut. Tapi dengan tegar dirinya menyampaikan hal tersebut. Dirinya juga mengatakan,  sudah ikhlas untuk menerima ujian tersebut. 

"Saya ikhlas,  sudahlah. Saya akan mengakui apa yang diminta. Walaupun saya tidak menerima hal tersebut. Jangan sampai kasus ini berlarut-larut dan mengganggu roda pemerintahan. Kabupaten Malang sudah mulai berjalan baik, " tegasnya. 

Rendra pasang badan. Rendra berusaha tampil di depan disaat incaran jeruji besi menantinya.

Bahkan secara terang pria kelahiran Pamekasan, 1962 ini menyatakan di usianya yang ke-56 sudah tidak ada lagi urusan duniawi yang ditakutinya. 

"Jangankan dipenjara,  diminta nyawa pun saya ikhlas. Untuk kepentingan lebih besar yaitu tetap berjalannya roda pemerintahan Kabupaten Malang. Untuk masyarakat Kabupaten Malang. Saya ikhlas untuk menanggung semua ini," ucapnya. 

Rendra disangkakan oleh KPK menerima gratifikasi dan suap  dalam dua kasus yang berbeda sekitar Rp 7 miliar.

Walau beberapa kali dirinya menyatakan bahwa hal yang disangkakannya tidak dilakukan. Tapi,  suami dari Hj Jajuk Rendra Kresna ini tidak ingin berpolemik panjang dengan substansi hukum yang disangkakannya tersebut. Secara tegas dirinya akan kooperatif menjalankan seluruh proses hukum. 

Bahkan, seperti dalam pemberitaan MalangTIMES (14/10/2018), dirinya juga siap untuk menanggung seluruh hal yang terjadi dan dilakukan oleh jajarannya dalan persoalan tersebut.

"Lepas saya tahu tidaknya,  saya akan menanggungnya sebagai seorang pemimpin," tegas Rendra. 

Rendra telah ikhlas dan secara jantan menghadapi kasus yang menimpanya. Walau terlihat kegetiran di wajahnya. Dirinya mencoba mengembalikan kesadarannya sebagai seorang pemimpin yang juga politikus.

Sebuah jabatan yang sangat rentan dalam berbagai persoalan di mata hukum. 

"Karenanya saya sekali lagi berterimakasih kepada siapapun yang masih menempatkan pertemanan di atas jabatan saya selama ini. Terima kasih dan mohon doanya," tutup Rendra yang kini telah berada di Jakarta dalam rangkaian pemeriksaan KPK.