Beragam jenis bonsai ada mulai dari jutaan hingga ratusan juta di di Pameran Bonsai dan Tanaman Hias Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Beragam jenis bonsai ada mulai dari jutaan hingga ratusan juta di di Pameran Bonsai dan Tanaman Hias Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

MALANGTIMES - Seratus lebih tanaman bonsai dipamerkan di Pameran Bonsai dan Tanaman Hias Kota Batu. Harganya pun tak tanggung-tanggung. Ada yang mulai dari jutaan hingga ratusan juta dipamerkan di area pameran Batu Panorama, Desa Pesanggarahan, Kecamatan Batu (samping Balai Kota Among Tani).

Harganya berkisar termurah Rp 1,5 juta hingga Rp 250 juta per potnya. Karya bonsai ini merupakan koleksi dari para penggemar bonsai tergabung dalam Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI).

Mereka berasal dari 20 Kota/Kabupaten di Indonesia. Mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Utara, Kalimanran Selatan, dan Kalimantan Tengah. Jenis-jenis yang ada di dalam pameran itu seperti serut, cemara, cendrawasih, bougenvile, serissa, mirten sakura, kawista, hokiantea, dan sebagainya.

Saat mengunjungi pameran kontes itu pengunjung akan melihat di masing-masing bonsai tersebut terdapat tanda berwarna merah, kuning dan hijau. Tanda itu yang menunjukkan hasil penilaian juri, warna merah nilainya baik sekali, hijau dan kuning baik. 

Namun ada juga dalam satu pohon bonsai itu terdapat dua tanda merah dan kuning menunjukkan jika pohon tersebut masuk dalam sepuluh besar kategori. Penilaian tersebut dilakukan oleh 3 juri, dua juri madya dan 1 dewan juri utama. 

Ada 4 kriteria penampilan, mulai gerak dasar, keserasian dan kematangan. Seperti penampilan dilihat dari besar, kecil, ramping batangnya. Kematangan tekstur, kelengkapan percabangan ranting.

Ketua PPBI Cabang Kota Batu Muji Kasiono mengatakan, hingga saat ini antusiasme peserta dari luar daerah cukup tinggi. Tidak hanya sekadar adu paling indah, adanya kegiatan ini untuk mampu memacu kuantitas dan kualitas ekspor petani bonsai di Kota Batu. “Kegiatan ini tujuan utama kami untuk menyemangati petani bonsai Kota Batu tercapai,” kata pria yang akrab disapa Ghutot ini.

Menurutnya petani bonsai perlu didukung semangatnya. Sebab, bonsai karya petani Kota Batu mulai dilirik mancanegara. Dalam setahun, pasar luar negeri meminta minimal 3 kali kirim bonsai. “Sekali kirim atau ekspor, dibutuhkan minimal 1.000 bonsai,” imbuhnya.

Selain tanaman bonsai dalam pameran ini juga ditampilkan beraneka macam tanaman hias dari berbagai daerah di Tanah Air. Bahkan ada juga tanaman dari luar negeri (import).

Sementara itu Ketua Pelaksana Pameran Bonsai dan Tanaman Hias Kastam menambahkan, selain bonsasi totalnya ada 300 jenis tanaman hias ikut dipamerkan, dan beberapa di antaranya adalah tanaman hias import seperti dari Taiwan hingga Afrika. “Sebagian besar bunga import yang bisa dikembangkan di Kota Batu seperti dari Taiwan dan Afrika,” jelas Kustam.