Pelaku begal Amin digotong petugas menuju ruang konferensi pers. (Agus Salam/Jatim TIMES)

Pelaku begal Amin digotong petugas menuju ruang konferensi pers. (Agus Salam/Jatim TIMES)



MALANGTIMES - Pelaku begal di Jalan Semeru, Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, pada 4 September lalu akhirnya tertangkap. Pelaku bernama Amin (27) tersebut memiliki cara unik dalam memedayai korbannya. Begal spesialis perempuan itu selalu menyingkap rok yang dikenakan korbannya.

Modus operandi model baru tersebut diungkap Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nur Rizal, Senin (15/10) siang. Menurut dia, kebiasaan menyingkap rok  dilakukan jika korbannya mengenakan bawahan rok. Namun, jika korbannya memakai celana pendek atau panjang, pelaku yang berasal dari  Dusun Sumendi Barat, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo itu, mengancam dengan senjata tajam (sajam).

Metode membuka rok cukup efisien dan efektif. Sebab, lanjut Alfian, korban yang terbuka roknya secara otomatis akan melepas sepeda motornya. Dan kesempatan itulah digunakan oleh  pelaku untuk membawa kabur kendaraan roda dua milik korban.

Modus operandi gaya baru tersebut dipraktikkan ke korban Anna (32). Sehingga sepeda motor matik milik perempuan asal Desa Ambulu, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, itu dibawa kabur Amin.

Maret lalu, Anna dibegal tersangka di Jalan Citarum (Kentangan) Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran, kota setempat. Korban malam itu, Sabtu (28/7) sekitar pukul 19.00 sendirian melintas di jalan tersebut dalam perjalanan pulang setelah  mengantar dagangan ke salah satu koleganya. Korban yang dari arah selatan menuju utara, didahului pria berboncengan pakai sepeda motor. “Yang nyetir mematikan kendaraannya. Ya, dalam posisi kendaraan berjalan,” ungkap Alfian, saat merilis kasus tersebut

Setelah kendaraan berhenti, yang membonceng menendang sepeda motor korban sambil mengacungkan celurit. Meski posisi terjatuh, Anna masih memegang kemudi kendaraannya. Agar aksinya lancar, Amin kemudian menyingkap rok Anna. Diperlakukan seperti itu, korban melepaskan pegangannya dan berusaha mengembalikan posisi roknya yang sudah terbuka. “Setelah sepeda motor lepas dari tangan korban, pelaku langsung mengambilnya. Begitu modus operandinya,” tambah kapolresta.

Awalnya tersangka ditangkap atas kasus pembegalan di Jalan Semeru, Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, 4 September lalu. Korbannya adalah Putri, warga kelurahan setempat. Malam itu, korban dalam perjalanan pulang ke rumahnya setelah bekerja di minimarket Wonoasih.

Akibat perbuatannya tersebut, Amin ditangkap Kamis (11/10) pukul 13.00 di Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang. Sedangkan rekan pelaku yang namanya dirahasiakan masih dalam pengejaran.

Selain menangkap pelaku, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Barang bukti yang diamankan dari pelaku itu di antaranya satu dus telepon gendam, 1 lembar faktur penjualan handphone. Sedang barang bukti milik korban berupa 2 sepeda motor matik yang dibawa kabur pelaku. Sementara barang bukti yang diamankan dari pelaku yakni, sebuah hand phone, satu potong kaus jamper hitam dan celana panjang jeans hitam, 2 bilah celurit dan satu pisau. “Pelaku kami jerat pasal 365 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, kapolresta menyebut Amin merupakan residivis dan spesialis begal perempuan. Akibat perbuatannya,  pelaku begal lintas kota dan kabupaten tersebut pernah dihukum dalam kasus yang sama. Tak hanya wilayahnya. Pelaku juga sering membegal di sejumlah kota dan kabupaten. Di antaranya, Kota dan Kabupaten Probolinggo, Kota dan Kabupaten Pasuruan serta Lumajang. “Ya, begal lintas kota dan Kabupaten. Rekannya belum ditangkap. Ia masih kami buru,” pungkasnya.

Sementara itu korban Anna dan Putri sempat mendatangi mapolresta. Kedua perempuan tersebut menerima barang yang telah dicuri oleh pelaku. Sepeda motor matik Scoopy diserahkan ke Anna. Keduanya berterima kasih kepada kapolresta yang telah berhasil membekuk pelaku perampasan sepeda motornya. “Kami apresiasi kapolresta. Bekat kenerjanya, barang milik kami yang hilang sudah ditemukan,” ujar Putri yang diamini Anna.  (*)

End of content

No more pages to load