Pemilik akun Facebook Shetan Mhenkz Erlangga saat mendapat pembinaan di Polsek Kendit. (Foto Heru Hartanto/Situbondo TIMES)
Pemilik akun Facebook Shetan Mhenkz Erlangga saat mendapat pembinaan di Polsek Kendit. (Foto Heru Hartanto/Situbondo TIMES)

MALANGTIMES - Polres Situbondo memanggil pemilik akun Facebook Shetan Mhenkz Erlangga. Gara-garanya, dia menulis status semoga ada gempa lagi. Postingan tersebut dinilai tidak etis oleh netizen, Senin (15/10/2018).

Menindaklanjuti gejolak para netizen terkait postingan pemilik akun Facebook Shetan Mhenkz Erlangga yang menginginkan ada gempa lagi itu, humas Polres Situbondo melalui Tim Cyber Troops menelusuri pemilik akun tersebut.

Pemilik akun FB Shetan Mhenkz Erlangga membuat tulisan begini dalam status Facebooknya: "Hu kok ndak tau saya kalau ada gempa semoga ada lagi nanti malam aaaamien". Postingan tersebut menuai kritikan dan komentar negatif dari netizen.

Kapolsek Kendit AKP Sumiyatno bersama Kasubag Humas Iptu Nanang Priyambodo dan bhabinkamtibmas Desa Tambak Ukir Bripka Nanang Kusmiyanto memberikan pembinaan kepada Usi (nama asli pemilik akun Facebook Shetan Mhenkz Erlangga) agar tidak sembarangan membuat status di Facebook yang berkaitan dengan bencana.

Sebelumnya, Usi tidak menghiraukan imbauan humas lolres untuk segera melakukan klarifikasi dan minta maaf kepada masyarakat. "Sampai beberapa hari Usi tidak mengindahkan imbauan humas Polres Situbondo. Sehingga Usi dijemput dan dibawa ke Mapolsek Kendit untuk segera minta maaf dan diberi pembinaan," jelas Kapolsek Kendit AKP Sumiyatno.

Sebagai bentuk pertanggung jawaban atas postingan tersebut, sambung kapolsek, Usi membuat permohonan maaf dalam bentuk video untuk diposting di akunnya Shetan Mhenkz Erlangga juga membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya.

Sementara itu, Kapolres Situbondo AKBP Awan Hariono SH SIK MH mengimbau agar seluruh masyarakat bijak menggunakan media sosial. Masyarakat diminta tidak sembarangan memposting informasi tak bertanggung jawab yang menyangkut bencana.

“Ini kali kedua polisi melakukan pembinaan kepada netizen yang membuat status sembarangan. Netizen yang baik seharusnya membuat postingan hal-hal yang bermanfaat,“ kata AKBP Awan Hariono. (*)