Dibiarkan, LGBT Ngehits di Medsos (3)

Peserta Komunitas Gay Banyak Anak-Anak dan Remaja, Warganet Ketakutan

Banyak meresahkan, warganet ketakutan dan prihatin dengan eksistensi grup LGBT di Malang.
Banyak meresahkan, warganet ketakutan dan prihatin dengan eksistensi grup LGBT di Malang.

MALANGTIMES - Komunitas Gay Malang yang tergabung dalam grup chatting terbuka di Facebook berasal dari berbagai kalangan. Setelah ditelusuri MalangTIMES, peserta kebanyakan adalah remaja usia 18 tahun hingga 20 tahunan. Namun, ada juga yang berasal dari kalangan siswa SMP dan SMA.

Bahkan, jumlah pengikut percakapan komunitas yang dibuat di media sosial Facebook terus bertambah. Seperti jumlah anggota Komunitas Gay Malang misalnya. Hingga Sabtu (13/10/2018), tercatat ada 4.212 orang dan diikuti oleh 4.297 akun. Sementara berdasarkan berita yang ditulis MalangTIMEMES pada tanggal 22 Juli 2017, disebutkan jika peserta grup komunitas itu adalah 4.110 orang.

Tak hanya itu, jumlah anggota grup chatting Terong Malang juga bertambah. Tahun lalu, masih berdasarkan pada pemberitaan MalangTIMES tertanggal 22 Juli 2018, jumlah anggotanya mencapai 1.669 orang. Sedangkan saat ini, sudah tembus di angka 2.998. 

Jumlah anggota yang terus bertambah itu tentu membuat berbagai kalangan miris. Tanpa kecuali warganet, yang menyoroti semakin liarnya perkembangan obrolan grup yang tak segan untuk mengunggah aktivitas tak senonoh itu.

"Grup-grup ini musti dibasmi sampai akar-akarnya," tulis akun dengan nama Anjel Latif Khan pada 10 Oktober 2018 pukil 16.25 WIB. Postingan tersebut juga memuat tulisan MalangTIMES yang diterbitkan pada 22 Juli 2018 dengan judul Mahasiswa Hingga Siswa SMP-SMA Punya Grup Gay di Sosial Media.

Perasaan takut juga disampaikan pemilik akun Zebya Craft's yang membagikan kiriman ke Grup Komunitaa Peduli Malang (Asli Malang) dengan menyertakan tulisan MalangTIMES tertanggal 22 Juli 2017 tentang LGBT. Dalam kirimannya itu, Zabya Craft's menyampaikan rasa prihatin dan mengimbau para orangtua agar lebih waspada saat menjaga dan mengawasi anak-anak. 

"Ya Allah diati-ati wong mulai saiki njogo anak-anak. Pengawasan harus diperketat.. Terutama dibekali iman lur.. Kok ngeri nemen (Ya Allah, mari dijaga aejak dari dini saat menjaga anak-anak. Pengawasan harus diperketat.. Terutama dibekali iman.. Kok sangat ngeri; red)," tulisnya.

Sementara itu, saat ditelusuri lebih dalam, jumlah anggota dari grup chatting terbuka itu ternyata kebanyakan berasal dari kalangan siswa sekolah SMP, SMA, dan juga kalangan mahasiswa. Sebagian kecil merupakan karyawan swasta saat dilihat dari kronologi masing-masing akun yang terdaftar sebagai anggota.

Para anggota itu ada yang mencantumkan nama Universitas Negeri Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, hingga Universitas Brawijaya Malang pada keterangan pribadi dalam profil masing-masing akun.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top