Seolah Menjawab Tantangan Kelompok Tani Hutan, LMDH Gelar Aksi Massa Terkait Penyerobotan Wisata Pantai

Ribuan peserta PLMDH Malang Raya saat menggelar aksi Karya Bhakti, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Foto : Perhutani KPH Malang for MalangTIMES)
Ribuan peserta PLMDH Malang Raya saat menggelar aksi Karya Bhakti, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Foto : Perhutani KPH Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Seolah menjawab tantangan dari Kelompok Tani Hutan (KTH), yang melakukan aksi damai ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) serta beberapa instansi lain di Kabupaten Malang Rabu (10/10/2018), Perkumpulan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (PLMDH) Malang Raya, merespons dengan menggelar aksi senada.

Hal tersebut seperti yang dilakukan oleh ribuan relawan yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Perhutanan Sosial Anti-Korupsi (Gema PS Anti-Korupsi). Sabtu (13/0/2018) ribuan massa menggelar aksinya di Jalur Lintas Selatan (JLS).

Koordinator Keamanan Perum Perhutani KPH Malang Ahmad Fadil menuturkan, sedikitnya ada sekitar lima pantai yang dijadikan sasaran aksi tersebut. Kelima pantai itu meliputi, Pantai Goa Cina, Basong Teluk Asmara (BTA), Bajulmati, Nganteb dan Ungapan. “Seluruh pantai yang dijadikan sasaran aksi ini, merupakan objek wisata yang selama ini dikelola oleh LMDH,” tutur Fadil kepada MalangTIMES.

Fadil menambahkan, sedikitnya ada sekitar tiga ribu peserta yang mengikuti aksi yang digelar sejak pagi tadi. Mereka semua tergabung dalam PLMDH se Malang Raya (Malang dan Kota Batu). Selain untuk mempererat silahturahmi dan rasa solidaritas antar anggota, aksi ini juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan wisata.

“Dari informasi yang saya dapat, aksi ini juga didasari rasa keprihatinan lantaran objek wisata yang selama ini dikelola LMDH, kini beralih ke KTH,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai Wakil Adm Perhutani KPH Malang ini.

Dari pendalaman MalangTIMES di lapangan, kenyataannya berbeda. Ribuan peserta tersebut, sepertinya bereaksi atas aksi yang dilakukan Gema PS Anti-Korupsi beberapa waktu lalu. Sebab, selain ribuan massa yang dikerahkan, mereka juga membawa banner. “KTH JANGAN RAMPAS WISATA KAMI, HASIL KERINGAT & PERJUANGAN KAMI, AKAN KAMI JAGA SAMPAI MATI, KTH SILAHKAN BUAT SENDIRI,” kalimat itu tertulis pada banner dengan ukuran sekitar 5 x 1,5 meter yang dibawa oleh peserta aksi.

Ketika ditanyakan terkait hal ini, Fadil memilih enggan berpendapat lebih. Menurutnya aksi ini murni dilakukan atas dasar silahturahmi dan agenda untuk menumbuhkan rasa solidaritas antar anggota LMDH.

“Saya tidak bisa berpendapat soal itu, hal ini saya kembalikan kepada peserta aksi. Mungkin maksud mereka menuangkan aspirasi karena merasa prihatin atas polemik antara KPH dan LMDH akan pengelolaan wisata,” ujar Fadil.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top