Alat Musik dari Kahyangan ini Bisa Hilang Kalau Tidak Dimainkan Anak Muda

Grup musik dawai yang dilahirkan dari kelas bermain dawai oleh Museum Musik Indonesia
Grup musik dawai yang dilahirkan dari kelas bermain dawai oleh Museum Musik Indonesia

MALANGTIMES - “Bunyinya sangat khas. Seolah-olah musik dari kahyangan. Di kalbu menyejukkan”. Barangkali itulah gambaran yang pas bagi alunan dawai yang dibawakan seniman senior Kota Malang Johan Azis Supriyanto saat gelaran Aktualisasi Musik Tradisional Indonesia di Gedung Kesenian Gajayana, hari ini, Sabtu (13/10/2018).

Hal tersebut jugalah yang disampaikan oleh Ketua Museum Musik Indonesia Ir. Hengki Herwanto. Menurutnya alat musik ini sudah jarang dimainkan oleh anak muda. Apabila dibiarkan, lama-lama dawai akan menghilang.

“Yang sudah kita miliki ini kalau kita nggak kenal akan hilang. Itu kan jati diri bangsa, kekayaan budaya bangsa kita. Kalau anak muda nggak ada yang memainkan akan hilang itu nanti,” ungkap Hengki.

Untuk itu, Museum Musik Indonesia mengadakan Aktualisasi Musik Tradisional Indonesia yang terinspirasi oleh Festival Dawai Nusantara. Pencetus gagasan tersebut adalah Ir. Hengki Herwanto, Redy Eko Prastyo, Johan Azis Supriyanto, dan Abdul Malik. Kegiatan tersebut diadakan tadi (13/10) di Gedung Kesenian Gajayana. Kegiatannya adalah memperkenalkan instrumen musik dawai ke anak-anak sekolah.

“Kami menggagas bagaimana alat-alat musik tradisional tersebut bukan hanya menjadi pajangan. Kami memilih dunia pendidikan sebagai medium transformasi karena dalam dunia pendidikan tempat anak-anak muda yang akan menjadi penerus tongkat estafet bangsa,” jelas Hengki.

Aktualisasi Musik Tradisional Indonesia selanjutnya akan dilaksanakan juga di berbagai kota sekaligus Tour Dawai se Jawa. Dimulai dari kota terdekat yakni Blitar, Sidoarjo, Pandaan, Mojokerto. Setelah itu baru merambah ke Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Untuk diketahui, untuk siswa SMP, SMA, dan masyarakat umum, Museum Musik Indonesia akan membuka Kelas Bermain Dawai Angkatan Kedua.

“Nantinya peserta Kelas Bermain Dawai bukan hanya belajar bermain musik secara teknis, namun kami akan  melambarinya dengan sejarah, filosofi dan proses membuat  alat musik tersebut. Kami berupaya membangun ekosistem alat musik tradisi,” kata Johan Azis Supriyanto, seniman pemusik, pengrajin alat musik sapek, pendongeng, dan aktor teater.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top