Dibiarkan, LGBT Kian Eksis di Medsos (1)

Di Malang, Aksi Komunitas Gay di Medsos Makin Vulgar

Percakapan komunitas Gay di Malang marak di media sosial (SC FAcebook)
Percakapan komunitas Gay di Malang marak di media sosial (SC FAcebook)

MALANGTIMES - Tidak adanya langkah serius dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah di Malang Raya terhadap LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender/transeksual) membuat komunitas ini semakin eksis di dunia maya. 

Bahkan ormas Islam pun seperti MUI, NU, dan Muhammadiyah di Malang Raya pun seolah tak peduli dengan fenomena LGBT yang makin deras dan vulgar ini.                                       

Satu tahun lalu, MalangTIMES pernah membuat liputan khusus mengenai fenomena LGBT di Malang Raya yang terus ngehits di media sosial. 

Liputan khusus ini sempat menyita dan menyentak perhatian masyarakat Malang Raya.

Hanya saja, hingga saat ini belum ada tindakan apapun yang diambil oleh pemerintah maupun ormas Islam. Hingga saat ini grup-grup atau komunitas LGBT di Malang terus berkembang.           

Saat MalangTIMES mencoba menelusuri lagi di media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter, menemukan beberapa akun grup dan perorangan yang secara terang-terangan menyatakan dirinya sebagai gay atau biseksual.

Mirisnya lagi, kebanyakan grup tersebut terbuka dan dengan bebas mengunggah konten yang tak pantas. 

Mulai dari foto ciuman bibir antara pasangan laki-laki, hingga video hubungan badan yang dilakukan pasangan gay.

Foto dan video yang diunggah pun nyatanya sudah ditonton ribuan kali dan mendapat komentar yang banyak.

Di Facebook, salah satu grup yang banyak diikuti adalah Komunitas Gay Malang yang saat ini sudah disukai oleh 4.212 orang dan diikuti oleh 4.297 akun.

Grup tersebut tampak masih aktif hingga sekarang. Karena pada Sabtu (13/10/2018) sekitar pukul 09.00 WIB tercatat masih ada sebuah aktivitas salah seorang akun yang disinyalir anggota grup dan mengirimkan sebuah pesan foto.

"Halo Gay Malang," tulis akun bernama Tharaz Ramadhan.

Sementara itu, 14 jam yang lalu (terhitung dari pukul 09.00 WIB, 13/10/2018) sebuah akun bernama Dani Hardian mengirimkan pesan kepada Komunitas Gay Malang yang berbunyi, "Hai, masih aktif semua kah,".

Namun sampai pukul 09.00 WIB tak ada jawaban dari pertanyaan yang diunggah tersebut.

Selain itu, di FB juga terdapat grup percakapan lain yang dibuka untuk umum. Grup bernama Malang is City of Gay Modeling itu disinyalir mulai dibentuk pada tahun 2011.

Dalam laman keterangan, tertulis bahwa grup komunitas tersebut dibuat lantaran banyaknya model yang gay, bisex maupun transgender di Kota Malang. Sehingga fanpage khusus tersebut sengaja dibuat.

"Banyaknya model yang gay, bisex atau trasgender di kota ini maka dibuatlah fanspage khusus buat kaum pelangi di Kota Malang yang kian makin hot," tulis keterangan grup dalam laman tersebut.

Jumlah pengikut komunitas tersebut memang dapat dikatakan lebih sedikit dibanding akun Komunitas Gay Malang.

Namun meski begitu, anggotanya hampir menyentuh angka 1000. Sampai sekarang, tercatat ada 855 akun di FB yang menyukai grup tersebut, dan 903 total pengikut.

Aktivitas yang dilakukan di komunitas tersebut dapat dikatakan tak jauh berbeda dengan akun komunitas gay lainnya.

Selain foto yang vulgar, ada banyak percakapan yang menyebut jika mereka tengah mencari pasangan atau kekasih.

Bukan hanya FB, di twitter juga banyak ditemukan akun perorangan ataupun grup yang dibuat dengan unggahan yang jauh lebih vulgar.

Tanpa ada sensor ataupun konten peringatan, ada banyak akun yang mengunggah video tak senonoh yang mempertontonkan hubungan intim pasangan gay. Mulai dari ciuman bibir hingga berhubungan badan.

Akun Komunitas Gay Malang salah satunya, yang tercatat mulai bergabung di twitter pada Juli 2017.

Dalam keterangan tertulis Malang [TOP] [VERS] BOT]. Sampai sekarang tercatat ada 392 akun yang mengikuti.

Sejak bergabung, tak banyak aktivitas yang dilakukan. Tercatat hanya ada satu tweet yang dicuitkan akun tersebut. 

Cuitan tersebut merupakan ajakan bergabung dalam grup WhatsApp dengan menyertakan alamat grup.

Ajakan tersebut juga disertai peringatan bahwa grup dikhususkan hanya yang berada di Malang dengan menyertakan tagar #gaymalang.

Diunggah pada 6 Juli 2017, postingan tersebut mendapat dua balasan, tiga kali di-retweet dan 12 tanda suka.

Saat menelusuri akun yang mengikuti Komunitas Gay Malang tersebut di twitter, terdapat beberapa akun pribadi yang disinyalir memang berasal dari Malang.

Salah satunya akun bernama @tonimlangkadak. Akun yang menggunakan foto pasangan laki-laki yang tengah berciuman itu tampak aktif berselancar di media sosial twitter.

Beberapa kali akun tersebut mengunggah video pasangan yang tengah berciuman bibir dan berhubungan badan.

Selain itu, cuitannya pun sangat vulgar, berupa ajakan bercinta dan berhubungan badan.

Kondisi tersebut jelas banyak membuat masyarakat di Malang Raya resah. Karena kasus serupa pada dasarnya tak hanya terjadi satu kali ini saja.

Sebelumnya, MalangTIMES juga pernah memuat tulisan serupa terkait aktivitas LGBT di media sosial.

Salah satunya adalah tulisan berjudul Di Malang, Mahasiswa Hingga Siswa SMP-SMA Punya Grup Gay di Sosial Media.

Dalam berita yang diunggah pada 22 Juli 2017 itu disebutkan jika ada salah satu grup yang beraktivitas dengan leluasa dengan nama Gaya SMP Malang Singosari Lawang.

Saat itu, tercatat ada 1.116 anggota yang bergabung di dalam percakapan grup terbuka tersebut.

Namun setelah satu tahun dan kembali ditelusuri MalangTIMES, grup percakapan di FB itu saat ini sudah tidak ada lagi dan tak dapat ditemui.

Namun maraknya grup percakapan di media sosial ini agaknya sangat memprihatinkan. Terlebih, pemerintah melalui Kominfo juga sudah berjanji akan memberantas dan menghapus segala konten negatif yang dapat mempengaruhi perkembangan generasi muda di masa yang akan datang. Sayangnya sampai saat ini belum ada tindakan apapun. 

Pemerintah maupun ormas Islam sepertinya tak khawatir dengan pergerakan LGBT.

Mereka saat ini rupanya lebih khawatir dengan pemikiran tentang khilafah. Sehingga pergerakan LGBT ini belum mendapatkan respons serius.

 

 

Editor : Heryanto
Publisher : Super Administrator

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top