Yuli Sumpil Terima Sanksi, Sebut PSSI Tebang Pilih

Yuli Sumpil saat ditemui dikediamannya Jalan Sumpil Gang I, RT 3/RW 4 Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang (Hendra Saputra)
Yuli Sumpil saat ditemui dikediamannya Jalan Sumpil Gang I, RT 3/RW 4 Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Sanksi dilarang memasuki stadion di seluruh Indonesia yang diberikan kepada dirigen Aremania, Yuli Sumpil dianggap tidak adil. 

Yuli Sugianto atau yang akrab disapa Yuli Sumpil dijatuhi sanksi oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI karena dianggap memprovokasi pemain Persebaya saat jeda pertandingan pekan ke 24 Liga 1 musim 2018 di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (6/10/2018). 

Menanggapi sanksi tersebut, Yuli Sumpil mengaku hal itu tidak sebanding dengan apa yang dilakukan oknum suporter Persebaya (Bonek Mania) kepada penggawa Arema FC pada putaran pertama Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo. 

Pria 42 tahun tersebut menjelaskan bahwa saat putaran pertama lalu pemain Arema FC dihujani botol ketika pertandingan dan usai laga. 

Selain itu, nama Arema FC pada papan skor dibalik dan lambangnya disobek. Yuli menilai, hal itu sengaja dibiarkan oleh panitia pelaksana. 

Kemudian salah satu maskot Persebaya juga mengacungkan jari tengah ketika pemain Arema FC melakukan pemanasan sebelum pertandingan. Dan terakhir, gawang Singo Edan dikencingi oleh oknum Bonek Mania. 

"Di Surabaya lebih parah lho, logo dirobek dan dibalik. Tapi kami tidak mental sosmed, tidak merengek. Sekarang silahkan bandingkan apa yang dilakukan Bonek Mania dan Aremania," ucap Yuli Sumpil. 

Meski begitu, Yuli Sumpil meminta agar Aremania tetap mendukung Arema FC walau tanpa ada dirinya. Ia mengaku saat itu yang dilakukan adalah spontan karena emosi. 

"Harga diri tetap ada, yang penting saya bukan pecundang. Apapun kata orang, terserah! Jujur saat itu saya emosional dan spontan dan Surabaya lebih parah dari kami," ungkapnya. 

Kini, sanksi yang diberikan kepadanya dianggap lelucon dan sering tidak adil. Dan ia menilai PSSI tebang pilih. "Saya santai saja, tak jarno (tak biarkan). Tapi saya sayangkan, kenapa untuk Arema seberat itu," katanya.

Editor : A Yahya
Publisher :
Sumber : Malang TIMES (JatimTimesNetwork)

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top