Persembahan Museum Angkut di Hari Museum Indonesia Hidupkan Kembali Ford Model T Keluaran Tahun 1915

Ford model T dipamerkan di area Gangster Town Museum Angkut di Hari Museum Indonesia, Jumat (12/10/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Ford model T dipamerkan di area Gangster Town Museum Angkut di Hari Museum Indonesia, Jumat (12/10/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

MALANGTIMES - Mobil vintage Ford Model T buatan Amerika pada tahun 1915 tahun ini berhasil dihidupkan kembali oleh Museum Angkut. Dihidupkannya kembali mobil ini merupakan persembahan Museum Angkut untuk Hari Musuem Indonesia yang jatuh pada Jumat (12/10/2018).

Untuk membuktikan bahwa mobil ini bisa dijalankan, Museum Angkut memamerkannya di area Gangster Town. Beberapa kali mobil ini dijalankan dan dikemudikan langsung oleh Operational Manager Museum Angkut Endang Ahmad Shobirin. “Mobil ini memang belum pernah dishowkan, kebetulan memperingati hari museum Indonesia sehingga kita persembahkan juga kepada wisatawan,” ujar Endang. 

Mobil ini memiliki mesin 2900 cc, dengan panjang 3,4 meter, lebarnya 1,6 meter dan tinggi 1,8 meter. Yang spesial, ternyata mobil ini dibuat perakitannya oleh manusia dalam kurun waktu selama 93 menit. “Sedangkan mobil lainnya itu dibuat dalam kurun waktu selama 12,5 jam. Dan mobil ini merupakan mobil ford terlaris pada zamannya untuk kelas Ford,” ungkapnya kepada BatuTIMES.

Ia menjelaskan bahwa saat itu mobil ini diproduksi sebanyak 12.500 untuk seluruh dunia. Sebab pada saat itu setiap karyawannya memiliki kewajiban harus memiliki mobil tersebut. 

Dan mobil ini pertama kalinya menggunakan perakitan sistem manual oleh manusia. Dan Ford model T ini juga mobil pertama kali yang menggunakan kaca depan. “Mobil ini juga memiliki atap penutup, tetapi juga bisa dibuka tutup,” kata mantan Operational Manager Eco Green Park ini. 

Menurutnya persembahan mobil Ford model T untuk hari Museum Indonesia ini dipilih karena paling klasik dan lama. Selain itu juga ingin memberikan  bukti bahwa di Indonesia masih memiliki koleksi seperti ini di Museum Angkut. 

Untuk mengemudikan mobil ini ada 3 pedal. Antara lain  pedal kiri untuk maju, pedal tengah untuk mundur, dan pedal kanan untuk rem. Sedangkan di bawah setir itu ada besi kecil yang ternyata digunakan untuk laju gas. Klaksonnya berbentuk terompet, sehingga saat akan dibunyikan harus dipencet terlebih dahulu.

Salah satu pengunjung Nurhayati mengatakan terpesona dengan suguhan yang ditunjukkan oleh Museum Angkut. “Saya belum pernah melihat seperti ini, dan ini mengejutkan sekali. Dan gak nyangka kalau mobilnya tahun 1915 masih bisa dijalankan, jadi terasa di tengah-tengah tahun itu,” terang Nurhayati.

Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top