Azkyah Anissa Ramadhani bersama dengan pembinanya Dra. Didin Tri Harjani., M.Pd
Azkyah Anissa Ramadhani bersama dengan pembinanya Dra. Didin Tri Harjani., M.Pd

MALANGTIMES - Dalam waktu tiga bulan saja, Azkyah Anissa Ramadhani berhasil menyabet dua perunggu sekaligus. Siswa kelas 6 MIN 1 Kota Malang tersebut meraih perunggu di Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2018 yang dihelat 1-7 Juli 2018 lalu di Padang, Sumatera Barat. Kemudian, ia meraih perunggu kembali di Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2018 yang dihelat 24-28 September 2018 lalu di Bengkulu.

Anak dari pasangan Arief Andy Soebroto, ST., M. Kom dan Kadek Rai Ellya Trisna Dewi, SE tersebut memang sudah menyiapkan dirinya sejak TK.

"Saat menginjak TK Besar aku sudah mulai les matematika dan bahasa Inggris. Kelas 5 aku berhenti les karena jadwal sekolah dan penyiapan lomba-lomba tingkat nasional dan internasional secara berturut-turut," ujar Azkyah tadi saat ditemui di MIN 1 Malang.

Ia mengaku sangat menyukai pelajaran biologi dan dari kecil memang sudah tertarik dengan biologi. Untuk diketahui, Azkyah sering mengikuti
lomba matematika, sains, dan bahasa Inggris mulai tingkat kota, provinsi, dan nasional. Dia bercerita pernah masuk Grand Final Sains Kuark Tingkat Nasional Tahun 2014 di Jakarta saat kelas 2.

"Hampir tiap minggu aku mengikuti lomba sampai dengan kelas 4. Mulai kelas 5 aku fokus untuk mengikuti persiapan OSN 2018, Seleksi IMSO (International Mathematics and Science Olympiad) 2018, dan KSM 2018 bersama bu Didin selaku guru pembina saya," paparnya.

Azkyah menyatakan bahwa setiap harinya sepulang sekolah ia bimbingan dengan bu Didin selama dua jam. Kemudian di rumah les lagi selama satu jam. Begitu setiap harinya.

Selepas memperoleh medali perunggu OSN 2018, gadis kelahiran Malang, 9 Oktober 2006 tersebut dipilih menjadi peserta seleksi IMSO 2018 mewakili Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada bulan
Agustus 2018. Sayangnya, akibat pengurangan kuota peserta, Azkyah tidak bisa melanjutkan tahap akhir dan gagal terbang ke China. Meski begitu, Azkyah mengaku tetap semangat dan akan terus mengikuti kompetisi-kompetisi yang lain.

Editor : A. Yahya