Hati-Hati, Kucing Ternyata Juga Berpotensi Menyebar Virus Rabies

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Kota Malang, drh Anton Pramujiono (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Kota Malang, drh Anton Pramujiono (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Sebagian dari kita mungkin mengira jika rabies selama ini identik dengan anjing. Tapi tahu nggak sih, virus yang menyerang susunan saraf pusat itu ternyata juga sangat berpotensi ditularkan oleh hewan peliharaan yang manis dan imut yaitu kucing.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Kota Malang, drh Anton Pramujiono menyampaikan, virus rabies yang ditularkan oleh kucing banyak terjadi di Indonesia.

Padahal, selama ini kucing menjadi salah satu hewan peliharaan yang tengah trend di kalangan masyarakat.

"Pecinta kucing harus paham dengan ciri-ciri kucing rabies, agar tidak terjadi penularan pada manusia," katanya pada MalangTIMES belum lama ini.

Lebih jauh Anton menyampaikan, beberapa ciri yang bisa diketahui dari kucing rabies di antaranya adalah perilaku yang tak seperti biasanya, seperti bersembunyi di tempat gelap, nafsu makan turun, takut terhadap air dan sinar matahari secara langsung. 

"Jika memiliki kucing yang seperti itu, maka ada baiknya langsung laporkan saja dan bawa ke dokter," tambahnya.

Bukan hanya rabies, jenis penyakit lain yang sering dijumpai di kucing antara lain seperti penyakit kulit, diare, muntah-muntah, dan nafsu makan yang turun. Dia pun menjelaskan jika penyakit kulit pada kucing patut diwaspadai karena sama berbahayanya dengan rabies.

Tak hanya itu, pria ramah itu juga menyampaikan jika pada pergantian musim kucing sering kali mengalami penyakit.

Salah satu yang paling sering saat musim kemarau menuju penghujan adalah dehidrasi. Selain itu nafsu makan juga menurun.

"Dan memang perlu dilakukan pemeriksaan secara rutin terhadap setiap hewan peliharaan, entah itu kucing ataupun anjing," pungkasnya.

Sementara itu, mengutip dari lama Aloa Dokter, rabies nerupakan salah satu infeksi virus pada otak dan sistem saraf yang sangat berbahaya. Manusia yang terserang penyakit ini bisa saja mengalami kematian. 

Pada tahun 2017, di Indonesia terdapat lebih dari 25 ribu kasus gigitan hewan penular rabies yang diberi vaksin anti rabies. Namun kenyataannya ada 90 korban meninggal. Kasus meninggal terbanyak terdapat di provinsi Kalimantan Barat dan Sulawesi Selatan, yaitu masing-masing 22 kasus.

Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top