Maksimalkan Kemampuan demi Masyarakat, BMH Beri Pelatihan Pertolongan Pertama dan Kru Ambulans

Para peserta saat mendapatkan pelatihan Medical First Responder (MFR) and Ambulance Crew di Jl Indragiri Gang 6, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Selasa (9/10/2018). (Foto: BMH for MalangTIMES)
Para peserta saat mendapatkan pelatihan Medical First Responder (MFR) and Ambulance Crew di Jl Indragiri Gang 6, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Selasa (9/10/2018). (Foto: BMH for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tak tanggung-tanggung, demi memberikan pelayanan di bidang sosial yang maksimal kepada masyarakat, SAR Nasional Hidayatullah  bersama  Islamic Medical Service (IMS) -Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH)- menggelar pelatihan keahlian di bidang Medical First Responder (MFR) and Ambulance Crew, Selasa (9/10/2018). Pelatihan berlangsung Senin-Kamis 8-11 Oktober 2018 di Pusdiklat Hidayatullah Jl Indragiri Gang 6, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu. 

Beragam pelatihan diberikan kepada 50 peserta  yang mengikuti kegiatan ini adalah BMH perwakilan di wilayah Jawa. Yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Jogjakarta. 

Pelatihan itu tidak hanya sekadar materi, tetapi juga ada praktik. Mulai dari praktik pertolongan pertama pada kasus trauma seperti luka, perdarahan, luka bakar, patah tulang, dan tindakan pertolongannya. Lainnya pertolongan pertama pada kasus kegawatdaruratan media mulai dari jantung, asma, dan sebagainya.

“Kami berikan pelatihan ini agar saat terjun ke masyarakat tidak kaku. Supaya punya dasar. Melihat sekarang banyak musibah sehingga memiliki pengetahuan tentang medis,” ujar Rohishul Wahib, tim instruktur Hidayahtullah, Selasa (9/10/2018).

Ada juga praktik tindakan pertolongan bantuan hidup dasar (RJP/CPR). Yakni cara menangani saat ada korban cedera kepala, leher, punggung dan tulang belakang. Diberikan juga teknik evakuasi tentang prosedur dan para pengangkutan korban manual dan menggunakan tandu. “Jangan sampai kita menolong membuat orang mati. Pertolongan awal harus tertangani dengan baik. Jangan sampai jadi fatal penangannya,” imbuh Rohishul. 

Lalu juga secara khusus ada pelatihan kru ambulans. Yaitu mengenalkan peserta akan alat transportasi dengan ambulans yang di dalamnya memiliki beragam peralatan medis. “Tidak semerta-merta bawa korban ditaruh di ambulans. Sehingga ada khusus praktik tentang kru ambulans, mengangkat korban ke ambulans seperti apa, teknis menggunakan oksigen dan peralatan yang di dalam,” jelas Rohishul.

Sementara itu, General Manager BMH Jatim Gani Irwansyah mengatakan, digelarnya kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan, pengertian, dan pemahaman mengenai pelaksanaan pertolongan pertama bagi amil BMH yang bertugas sebagai driver ambulans. “Ingin memaksimalkan kemampuan dan keahlian pasca-ditemukan korban dalam keadaan hidup dengan kondisi cedera ringan, berat, kritis, sebelum korban dirujuk menuju pusat penanganan kesehatan lebih lanjut oleh tim medis lanjutan atau pihak rumah sakit,” ujar Gani.

Lalu, ada pula pelatihan meminimalkan risiko ancaman kematian dan cacat permanen atau menetap selamanya pada tubuh korban. Juga mencegah terjadinya risiko penularan penyakit pada petugas pertolongan pertama. “Hingga menunjang proses penyembuhan dan harapan kehidupan bagi korban,” ungkapnya. 

Terpisah Manajer Operasional BMH Jatim Gerai Malang Sony Abdul Karim menambahkan, MFR ini merupakan salah satu unsur gawat darurat (gadar) untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman akan kesehatan dan keselamatan. Harapannya, membantu dalam pengendalian risiko kerugian yang bersifat materiil maupun non-materiil.

“Dan risiko yang paling buruk yaitu mengalami cacat baik bersifat sementara atau tetap akibat salah dalam penanganan pertama. Di sisi lain adalah dapat meminimalkan biaya perawatan dan menaikan derajat kesehatan serta memberikan rasa nyaman dalam berbagai aktivitas,” kata Karim.

Lantas, kemampuan pertolongan pertama merupakan satu hal penting yang harus dikuasai dari seorang staf lembaga pelayanan jasa ambulans ataupun staf lembaga pelayanan kesehatan. “Pengetahuan pertolongan pertama sudah semestinya dimiliki oleh setiap individu di semua lapisan masyarakat. Sekali lagi, harapannya hal ini dapat meminimalkan risiko yang lebih parah dari suatu kondisi akibat musibah alam maupun kecelakaan,” harapnya. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher :
Sumber : Batu TIMES (JatimTimesNetwork)

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top