Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK SH MH  (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK SH MH (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Konflik Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia (PPLP PT PGRI), yayasan yang menaungi Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama), yang masih belum mereda akhirnya membuat pihak kepolisian turun tangan. 

Pihak Polres Malang Kota mengundang kedua pihak yang bersebarangan. Yakni dari kubu PPLP PT PGRI Christea Frisdiantara maupun dari pihak Soedja'i/Rektor Pieter Sahertian.

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK mengungkapkan, pihaknya memang mengundang kedua pihak yang bersengketa untuk dimediasi. "Kami mencoba menjadi penengah agar suasana bisa kondusif. Kami undang untuk memberikan penjelasan dari masing-masing pihak," ujarnya (9/10/2018).

Senin (8/10/2018) siang, yang diundang pertama dari pihak Soedja'i/Rektor Pieter. Di hadapan kapolres yang didampingi antara lain Kasat Intel AKP Triyono Susanto dan Kapolsek Sukun Kompol Anang Tri Hananta, pihak Pieter mempresentasikan dan menjelaskan duduk persoalannya. 

Kemudian malamnya, giliran kubu PPLP PT PGRI Christea Frisdiantara yang datang ke mapolres. Kubu ini diwakili Salamet Riyadi, kuasa hukum Susianto, dan rombongan lainnya. Dalam pertemuan ini, polres diwakili Kabag Ops Polres Malang Kota Kompol Sutantyo, Kasat Intel AKP Triyono Susanto, dan Kapolsek Sukun Kompol Anang Tri Hananta.

"Itu (penjelasan kedua pihak) nanti akan digunakan untuk pertimbangan mengundang ahli dalam permasalahan ini. Kalau kami kan hanya menjembatani. Permasalahan ini sudah sampai ke Polda," ujar Sutantyo.

Wakil PPLP PT PGRI kubu Christea, Salamet Riyadi, mengungkapkan bahwa pihaknya tak mau bertindak anarkis dalam penyelesaian masalah ini. Pihaknya selalu bertindak sesuai prosedur.

"Kami sederhana saja. Kalau memang Pieter masih mengaku sebagai rektor, mari datang saja ke Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) untuk mengetahui secara pasti statusnya. Atau kalau tidak begitu, undang saja LL Dikti ke sini (Malang). Namun initinya kami tak ingin anarkis. Kami ingin secara damai menyeselaikan masalah ini," pungkasnya. (*)

End of content

No more pages to load