Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah, MM saat menyampaikan materi di acara Sosialisasi Profil Dewan Pendidikan Kota Malang
Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah, MM saat menyampaikan materi di acara Sosialisasi Profil Dewan Pendidikan Kota Malang

MALANGTIMES - Seperti yang diketahui, program terbaru Wali Kota Malang Sutiaji adalah lebih menekankan pendidikan karakter untuk kelas 1 dan 2 SD daripada baca tulis hitung (calistung). Mengenai hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah meminta agar orang tua tidak perlu khawatir.

Baca Juga : Belajar dari Rumah Lewat TVRI Mulai Hari Ini, Intip Jadwalnya Yuk!

Dinas pendidikan akan tetap bertanggung jawab terhadap pendidikan putra putri masyarakat Kota Malang.
“Jadi nanti akan lebih dalam dibahas dengan tim khusus yang akan ditentukan Bapak Wali Kota. Bapak ibu jangan khawatir. Kami tetap bertanggung jawab terhadap pendidikan putra putri bapak ibu,” papar Zubaidah.

Nantinya, program tersebut akan diuji coba dulu kepada satu kelas. Apabila nanti satu semester hasilnya bagus baru akan diimplementasikan secara umum. 
“Menghitung atau menulis ini masih akan diujicoba. Tapi kami punya pola dan nanti Pak Wali juga rektor-rektor juga akan diundang untuk membicarakan hal tersebut. Jadi ini kami informasikan biar Bapak Ibu tidak resah dan tidak punya pemikiran dalam tanda kutip yang negatif,” tandasnya.

Dalam program ini, menurut Zubaidah, yang diutamakan yaitu pendidikan karakternya. Matapelajarannya masuk ke dalam pendidikan karakter. Di kurikulum kementrian juga sudah ada pendidikan katakter. Akan tetapi, pendidikan karakter tersebut diimplementasikan ke mapel-mapel, misalnya agama, matematika, bahasa Indonesia, dan sebagainya. Dalam artian dalam mapel-mapel tersebut ada muatan pendidikan karakternya. Nah, kalau dalam program ini, pendidikan karakternya lah yang diutamanakan.
“Kalau kemarin pendidikan karakter masuknya diimplementasi ke masing-masing pelajaran, sekarang dibalik. Pendidikan karakternya yang diutamanakan maka pelajarannya itu masuk ke pendidikan karakter tadi,” jelasnya.