Suhu Harus Stabil, Petani Jamur Kerja Ekstra

Salah satu petani budidaya jamur saat mengecek balog milik Arminah di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Senin (8/10/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Salah satu petani budidaya jamur saat mengecek balog milik Arminah di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Senin (8/10/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

MALANGTIMES - Petani jamur harus bekerja ekstra merawat tanamannya. Sebab, untuk budidaya jamur, suhu ruang kumbung baglog harus terjaga 16 derajat celcius. 

Saat musim panas seperti saat ini, tentunya suhu pada ruangan iakan naik. Karena itu, untuk menstabilkan suhu ruangan agar tetap lembab, petani jamur menjaganya dengan menyiram baglog. 

“Kalau musim panas kayak gini tentunya perawatannya harus ekstra. Supaya terjaga kelembabannya, harus disiram,” ungkap Arminah, petani budidaya jamur Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji.

Dia menambahkan, pada musim seperti ini harus menyiram baglog itu tiga kali dalam sehari. Padahal saat musim penghujan, tidak perlu dilakukan penyiraman. “Penyiraman ini dilakukan setiap hari.bkalau musim hujan, nggak perlu disiram lagi,” imbuhnya Senin (8/10/2018).

Jika tidak dilakukan perawatan dengan penyiraman itu lanjut Arminah, yang terjadi adalah jamur mengering. Dengan demikian, akan berimbas pada berkurangnya hasil panen. 

“Kalau musim hujan, bisa dapat 4 kuintal. Tapi kalau musim panas gini, hanya bisa dapat setengahnya, yaitu 2 kuintal,bdari 1.300 baglog,” ujar ibu dua anak ini.

Masa tanam jamur ini selama 4 bulan. Tetapi bisa dipanen hingga beberapa kali. “Jamur ini bisa kami panen 3 sampai 4 kali panen. Jarak dari panen itu kurang lebih satu minggu,” tambahnya saat ditemui di budidaya jamur Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji.

Editor : Yunan Helmy
Publisher :
Sumber : Batu TIMES (JatimTimesNetwork)

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top