Keren, Batik Asal Kota Malang Jadi Bingkisan Eksklusif Hermes

Oct 07, 2018 15:21
Salah satu kain dengan pewarna alami ini dijadikan sebagai bingkisan eksklusif Hermes (Pipit Amggraeni/MalangTIMES)
Salah satu kain dengan pewarna alami ini dijadikan sebagai bingkisan eksklusif Hermes (Pipit Amggraeni/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Siapa yang tak kenal dengan Hermes, sebuah brand asal Paris Perancis yang sangat mendunia dan banyak digemari oleh sosialita di berbagai penjuru dunia. Brand fashion yang memproduksi tas dan segala pernak-perniknya ini selalu banyak diburu oleh para sosialita kelas atas.

Namun siapa sangka, brand yang banyak dikenakan oleh tokoh internasional itu sangat tertarik dengan produk rumahan yang bermarkas di Kota Malang, yaitu Handpainting Organic Batik Buring. Sejak empat tahun terakhir, produksi batik asal Buring Kecamatan Kedungkandang itu telah bekerjasama dengan Hermes, dan rutin mengirimkan produksinya ke Paris.

"Awal beremu dengan Hermes itu saat event lingkungan yang diadakan Dananone di salah satu kota. Kemudian mereka tertarik dan suami saya diundang langsung ke Paris. Dari sana, suami saya langsung diminta untuk mengirimkan batik kami," kata pemilik Handpainting Organic Batik Buring, Rahmi Masita pada MalangTIMES, Minggu (7/10/2018).

Menurutnya, ketertarikan Hermes terhadap produk batiknya itu lantaran bahan membatik yang digunakan berasal dari alam, yaitu kulit pohon tua seperti pohon jati dan mahoni yang diolah dan menghasilkan warna tertentu. Karena dinilai ramah lingkungan, Hermes pun meminta agar produksinya tersebut dikirim secara berkala.

Dalam satu bulan, menurutnya 10 kain batik dikirim ke Hermes langsung. Motif yang digunakan dalam batik itu pun terkadang disesuaikan dengan permintaan Hermes, meski terkadang ada juga yang dibuat sesuai dengan ciri khas Kota Malang dan Indonesia.

Lebih jauh dia menyampaikan, batik buatannya tersebut tidak diperjual belikan Hermes. Melainkan dijadikan sebagai bingkisan eksklusif yang diberikan kepada tamu yang datang ke Hermes. Bentuk bingkisan itu pun berupa scraft dengan bordir khas batik Indonesia.

"Terkadang, kalau tamunya dari Amerika kami diminta untuk melukis atau membatik dengan motif Bendera Amerika," imbuhnya.

Menurutnya, kain batik yang diproduksi untuk dikirim ke Hermes tersebut memiliki kualitas yang berbeda dibanding yang lain. Karena Hermes sendiri meminta kualitas kain yang tak sembarangan. Sehingga, nilai jualnya pun lebih tinggi.

"Kalau yang dikirim ke Hermes kainnya sutra yang lebih lembut dan itu sesuai permintaan Hermes," tambahnya.

Sementara untuk harga, menurutnya sangat bervariasi. Khusus kain batik dari sutra yang dikirim ke Hermes dibandrol Rp 5 juta. Sedangkan batik lain dengan kain selain sutra dibandrol mulai dari Rp 300 ribu sampai Rp 1,5 juta.

Selain itu, lanjut perempuan berhijab tersebut, Hermes dalam waktu dekat akan ke Malang untuk melihat langsung proses produksi batik miliknya. Dia pun berharap nantinya akan lebih banyak lagi produk miliknya yang dipasarkan oleh Hermes.

Saat ini, ia pun sedang bersiap untuk mengikuti event fashion skala internasional di Paris Perancis. Targetnya, tahun depan ia dapat mengikuti parade busana untuk mengenalkan batik ke dunia.

Dia juga menyampaikan, dukungan dari Pemerintah Kota Malang selama ini sangat bagus. Dinas Perindustrian Kota Malang menurutnya sering memfasilitasi ia dan suami untuk ikut dalam beberapa agenda penting dalam skala nasional.

 

Topik
Batik Asal Kota MalangBingkisan Eksklusif HermesHandpainting Organic Batik Buringbatik malangPemkot MalangDinas Perindustrian Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru