Kabid Bina Marga DPUPR Kota Malang, Didik Setyanto (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Kabid Bina Marga DPUPR Kota Malang, Didik Setyanto (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang, optimis semua paket pekerjaan proyek dapat dikerjakan tuntas sebelum batas akhir kontrak Bulan Desember 2018.

Karenanya, dalam progres pekerjaan, DPUPR Kota Malang selalu aktif dalam mengevaluasi perkembangan penyelesaian proyek-proyek yang dikerjakan pelaksana. Bahkan pihak DPUPR juga tak segan memangil dan memberikan teguran terhadap pelaksana yang lamban dalam mengerjakan proyek.

"Dulu kita juga sempat memanggil beberapa pelaksana proyek yang terdapat penyimpangan. Dalam proyek itu terdapat Kurva S, di Kurva S tertulis rencana pekerjaan, sama realisasi. Kalau realisasi dengan rencana masih terdapat selisih, misalnya sekarang harus 60 persen, tapi masih 40 persen, maka terjadi penyimpangan 20 persen. Yang terjadi penyimpangan itu kita panggil," jelas Didik Setyanyo, Kabid Bina Marga DPUPR Kota Malang.

Dilanjutkan Didik, bahwa pihaknya telah memanggil sekitar 5 pelaksana proyek yang mengalami penyimpangan dari total jumlah 49 pelaksana proyek di Kota Malang. Namun kami optimis, para pelaksana proyek ini bisa menyelesaikan proyeknya sebelum batas akhir kontrak.

Kepala DPUPR Kota Malang, Hadi Santoso mengungkapkan, progres fisik dari semua paket di Kota Malang sudah 80 persen selesai.

Untuk para pemborong juga ditekankan bahwa penyelesaian 100 persen tersebut, tidak melebih batas kontrak. Sehingga mereka bisa mengajukan pertanggung jawaban ke Pemkot. "Tinggal mereka mau narik duit atau tidak. Yang penting sesuai jangka penyelesaian proyek yang tak melebih kontrak. Untuk itu kami dorong terus dan segera mengajukan pertanggungjawaban yang terakhir dibatasi pada 15 Desember 2018. Dan mudah-mudahan bisa tuntas," pungkasnya

End of content

No more pages to load