Beberapa rekanan dan korwil saat menunggu kejelasan dari panpel (foto: Hendra Saputra/ MalangTIMES)

Beberapa rekanan dan korwil saat menunggu kejelasan dari panpel (foto: Hendra Saputra/ MalangTIMES)



MALANGTIMES - Pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya menyisakan banyak kejadian. Salah satunya yakni ribuan tiket yang tidak laku dan terpaksa dikembalikan kepada panpel. Ribuan tiket yang terpaksa dikembalikan oleh rekanan panpel di luar tiket box itu karena dalam penjualan sangat tidak maksimal alias tidak laku.

Usai pertandingan, beberapa rekanan panpel banyak yang mempertanyakan kepada Abdul Haris terkait tiket yang tidak laku terjual.

Padahal sebelumnya, manajemen Arema FC telah mengumumkan kepada media bahwa tiket sudah ludes terjual. Akan tetapi, dalam kenyataannya penonton yang tercatat hanya 26.293.

Jumlah kuota tiket untuk rekanan dan korwil adalah 25. Dan hasil realita dalam penjualan, rata-rata hanya 3 hingga 5 tiket yang laku.

Alhasil, beberapa rekanan panpel yang menjual tiket terlihat kecewa. "Kami tidak tahu ini ada apa, katanya di loket sudah tidak jual, tapi tadi saya lihat kok masih jual. Ya hasilnya tiket kami tidak laku," ujar Aminullah, salah seorang rekanan tiket.

Sementara itu, awal perjanjian panpel dengan rekanan memang jika laga super derby tiket tidak dapat dikembalikan.

"Tadi kami sampaikan kepada teman-teman rekanan bahwa saya sebagai ketua pelaksana tidak punya wewenang memutuskan tiket bisa kembali atau tidak. Kami akan sampaikan kepada CEO agar masalah ini bisa diselesaikan dengan baik," kata Abdul Haris, Ketua Panpel Arema FC.

Akan tetapi, pada akhirnya panpel berencana akan menukar tiket yang tidak laku dari rekanan dan korwil.

End of content

No more pages to load