Empat Negara Asia Bidik Investasi di Malang Raya, Peningkatan Status Bandara Malang Tunggu Kepastian

Bandara Abdul Rachman Saleh Malang yang masih menunggu kepastian peningkatan status menjadi bandara internasional. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Bandara Abdul Rachman Saleh Malang yang masih menunggu kepastian peningkatan status menjadi bandara internasional. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Potensi Malang Raya menjadi bidikan berbagai negara tetangga. Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengungkapkan, setidaknya sudah ada empat negara yang berniat masuk dan berinvestasi terkait pengembangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang. Namun, belum adanya kepastian peningkatan status menjadi bandara berskala Internasional membuat para investor itu harus menunggu. 

Saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Malang, kemarin (4/10/2018) Soekarwo menyatakan sudah ada empat negara yang mengajukan perizinan untuk masuk ke bandara tersebut. Menurut dia, sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan sinyal positif terkait perubahan status bandara yang berada di wilayah Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang itu. 

Namun, saat ini pihaknya masih menunggu tindak lanjut dari sinyal tersebut. "Presiden sudah setuju, tindak lanjutnya ditunggu setelah itu," ujarnya. Kendala yang dihadapi, yakni soal-soal teknis yang juga memperhatikan posisi bandara yang merupakan pangkalan militer itu. Dia mengungkapkan, saat ini pihaknya tinggal menunggu kebijakan terkait perubahan status tersebut. 

Pria yang akrab disapa Pakde Karwo itu menyampaikan, tanpa adanya peningkatan status itu maka investasi dari negara-negara lain di Asia akan sulit dilakukan. "Ada empat negara. Singapura, Kuala Lumpur,  Penang, dan Hongkong," kata dia. Dia mengaku telah mendorong dan mendesak Kementerian Perhubungan RI untuk meningkatkan status Bandara Abdul Rachman Saleh Malang dan Bandara Banyuwangi menjadi bandara internasional.  

Menurutnya, perjalanan darat yang lebih dari 2 jam sudah menjadi pertimbangan tersendiri bagi turis mancanegara untuk berkunjung ke destinasi wisata. "Maka perjalanan Surabaya-Malang yang kini bisa lebih dari 3 jam menjadi kurang produktif untuk perspektif pengembangan wisata dan menggaet strategi pasar tourism," jelasnya.

Oleh karena itu, Pakde Karwo mengusulkan perubahan status Bandara Abd Saleh dan telah mendapat lampu hijau dari Presiden.

Terpisah, sejumlah maskapai penerbangan juga sudah siap jika memang ada peningkatan status bandara. Terutama terkait pelayanan hingga membuka jalur terbang lintas negara. Manager Sales & Service Garuda Indonesia Brach Office Malang, Widyo Pramono menyebut, untuk kesiapan menjadi bandara ibternasional yang mengajukan bukan dari maskapai.

"Sebenarnya ya regulator, lanud maupun pemerintah siap maka maskapai siap. Karena memang kami skyteam internasional minded, jadi kapanpun siap bergantung bandara," ujar Widyo saat ditemui di Travel Fair 2018.

Menurutnya, sejumlah sarana dan prasarana juga harus disiapkan untuk peningkatan status itu. "Di dalam bandara sudah harus ada imigrasi, bea cukai, lengkap. Bagaimana itu bisa terlaksana," pungkasnya.

Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top