GM MalangTIMES Lazuardi Firdaus beserta Pimred Heryanto serta Kadisdik Kabupaten Malang M Hidayat dan Kabid SD Slamet serta Manajer IT Aditya F saat melakukan dialog bersama digitalisasi informasi (kiri-kanan), Jumat (5/10/2018)(Nana)
GM MalangTIMES Lazuardi Firdaus beserta Pimred Heryanto serta Kadisdik Kabupaten Malang M Hidayat dan Kabid SD Slamet serta Manajer IT Aditya F saat melakukan dialog bersama digitalisasi informasi (kiri-kanan), Jumat (5/10/2018)(Nana)

MALANGTIMES - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang memulai dalam gerakan Malang Kabupaten terdigitalisasi atau digitalisasi Kabupaten Malang. Sebagai gerakan yang diharapkan bisa tumbuh secara masif, bukan hanya di dalam tubuh kedinasan saja tapi juga masyarakat secara luas. 

Baca Juga : Tak Mau Seperti Menara Gading, UIN Malang Aktif Membantu Masyarakat Terdampak Covid-19

Gerakan digitalisasi dalam upaya mendongkrak seluruh potensi, khususnya dunia pendidikan, inilah yang kini mulai dilakukan oleh Disdik Kabupaten Malang. Dengan menggelar Dialog Kabupaten Malang Terdigitalisasi antara MalangTIMES dengan seluruh pimpinan yang ada di Disdik Kabupaten Malang. Mulai dari kepala dinas, kepala bidang, kepala seksi serta staf. 

M Hidayat Kepala Disdik Kabupaten Malang, menyatakan bahwa kegiatan dialog yang dilakukan dengan menggandeng MalangTIMES, dalam rangka merealisasikan harapan mewujudkan Kabupaten Malang terdigitalisasi. 

"Sehingga seluruh informasi mengenai pendidikan khususnya, bisa lebih mudah diakses oleh masyarakat banyak. Karena saat ini penggunaan teknologi sudah sangat merata dan tanpa batasan usia," kata Dayat sapaan Kadisdik Kabupaten Malang, Jumat (05/10/2018) dalam membuka acara dialog di ruangan rapat disdik. 

Pimred MalangTIMES (dua dari kanan) saat mempresentasikan materi digitalisasi dalam tubuh Disdik Kabupaten Malang (Nana)

Dayat melanjutkan, bahwa belum optimalnya informasi yang tersampaikan kepada masyarakat banyak dikarenakan pemanfaatan teknologi masih dianggap sebagai alat untuk komunikasi atau hanya mencari hiburan saja. 

Padahal, dengan melakukan optimasi digital maka informasi-informasi akan tergandakan dan bisa dibaca oleh berbagai pihak dimanapun. "Dan kita khususnya di disdik ini banyak sekali prestasi dan hal kreatif yang belum teroptimalkan dalam penyebaran informasinya," ujar Dayat yang juga memberikan apresiasi kepada MalangTIMES yang bersedia berbagi ilmu dan pengetahuan mengenai branding. 

"Harapan saya nantinya seluruh karyawan memiliki akun medsos serta aktif untuk melakukan interaksi dalam memasifkan berbagai kegiatannya. Nantinya kita juga sentuh seluruh sekolahan yang ada," imbuhnya. 

Branding melalui digitalisasi menjadi keniscayaan saat ini. Pergerakan zaman telah masuk dalam ruang teknologi informasi canggih. Memanfaatkan hal tersebut secara positif untuk kepentingan yang lebih besar,  menjadi sesuatu yang tidak bisa ditunda-tunda lagi. 

Baca Juga : Dampak Covid-19, Beasiswa LPDP ke Luar Negeri Ditunda Tahun Depan

Maka, kata Heryanto Pemimpin Redaksi MalangTIMES, yang menjadi pembicara dalam dialog tersebut, mengatakan saat ini berbagai pihak telah memanfaatkan dunia digital sedemikian masif. Walaupun harus mengeluarkan anggaran puluhan miliar untuk melakukan branding terhadap suatu produk tertentu. 

"Lantas bagaimana sebuah branding agar tidak terjatuh pada anggaran fantastik, khususnya di pemerintahan daerah? Jawabnya adalah adanya keterlibatan aktif seluruh orang yang ada di dalamnya," ujar Heryanto. 

Di dunia pendidikan khususnya di tingkat anak-anak sekolah setingkat SD sampai SMP, branding potensi yang ada juga bisa menjadi filter bagi mereka. Saat dunia maya dipenuhi oleh berbagai tayangan hedon, seks, bully atau kekerasan yang dengan mudah diakses oleh mereka. 

"Mereka sangat familiar dengan teknologi. Kalau tidak ada filter, misalnya dengan mengadakan kewajiban tambahan dalam mata pelajaran di sekolahnya, mereka rentan menjadi korban tayangan-tayangan tersebut," lanjutnya. 

Bertolak dari hal tersebut, kewajiban bersama di era teknologi canggih ini, khususnya disdik juga larut dalam pergerakan zaman secara masif juga. 

Dayat pun menegaskan, dengan adanya dialog bersama MalangTIMES mengenai pentingnya digitalisasi informasi, ke depan dirinya berharap seluruh elemen dunia pendidikan bisa tersentuh dan bersama-sama dalam gerakan tersebut. 

"Satu sisi kita bentengi siswa dari akses negatif internet dengan karya. Sisi lainnya juga sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Malang untuk menjadi yang terdepan di berbagai bidang. Kita telah memulainya paling awal, semoga bisa segera dilaksanakan,"pungkas Dayat.