Wali Kota Malang Sutiaji (di podium) saat memberikan sambutan dalam kegiatan sertifikasi tukang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji (di podium) saat memberikan sambutan dalam kegiatan sertifikasi tukang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Karir awal Presiden Jokowi, yakni menjadi tukang kayu menjadi populer beberapa tahun terakhir. Di Kota Malang, ada terobosan baru dari pemerintah untuk mengangkat derajat tukang sekaligus menjamin kualitas kompetensi mereka. Yakni dengan sertifikasi.

Sertifikasi tukang tersebut dicanangkan oleh Wali Kota Malang Sutiaji, hari ini (5/10/2018) di ruang pertemuan Kecamatan Lowokwaru Malang. Sutiaji membuka secara langsung Pelatihan PKM Cluster Kota Malang, Pelatihan Keterampilan dan Sertifikasi Tukang. 

Kegiatan tersebut dalam rangka pengembangan kapasitas masyarakat mendukung penanganan kawasan kumuh melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Sutiaji mengapresiasi terselenggaranya acara pelatihan ini karena ini akan menambah wawasan atau memberikan legitimasi kepada tukang-tukang di Kota Malang.

"Tidak menutup kemungkinan, ke depannnya dalam mencari pekerjaan harus memiliki sertifikat. Walaupun sudah memiliki pengalaman akan tetapi tidak memiliki sertifikasi bisa jadi tereliminasi," ujar Sutiaji.

Selain itu, Sutiaji berpesan kepada para peserta agar terus semangat untuk mencari ilmu. "Nggolek ilmu mboten wonten telase (mencari ilmu tidak ada habisnya)," tambah Sutiaji di tengah sambutannya.

Menurut Sutiaji, adanya sertifikasi tersebut memberi jaminan bagi pengguna jasa. Terutama terkait kualitas pengerjaan maupun nantinya ke arah tarif yang diberlakukan. "Tukang yang bersertifikat dan tidak bersetifikat mempunyai peluang yang berbeda. Selain itu, juga diharapkan memiliki upah yang berbeda," lanjut Sutiaji.

Di akhir sambutannya, Sutiaji berharap nantinya terdapat kegiatan-kegiatan yang serupa sehingga dapat memenuhi permintaan warga Kota Malang.