Suasana saat para peserta berfoto bersama Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Disdag)
Suasana saat para peserta berfoto bersama Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Disdag)

MALANGTIMES - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang bersama Direktorat Pemberdayaan Konsumen, Direktorat Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga serta Kementrian Perdagangan, melakukan sosialisasi penyuluhan perlindungan konsumen, Kamis (4/10/2018).

Di hadapan sekitar 250 peserta, Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemedag Veri Anggrijono berharap konsumen di Kota Malang, maupun di Indonesia cerdas dan kritis.

Baca Juga : Aktor Senior Tio Pakusadewo Kembali Ditangkap karena Kasus Narkoba

Saat ini sudah hampir 20 tahun pemberlakuan Undang-undang (UU) perlindungan konsumen nomer 8 tahun 1999. Tetapi sampai kini indeks pemberdayaan konsumen masih sekitar 30 persen. 

"Di negara Asia saja, kita masih jauh ketinggalan, padahal penduduk kita jumlahnya jauh lebih banyak. Kita masih dalam tahap paham, belum masuk bagaimana menjadi konsumen yang kritis dan cerdas. Karena itu kita mengumpulkan ibu-ibu PKK sebagai ujung tombak bagaimana konsumen mengetahui haknya," jelasnya (4/10/2018).

Kasi Tertib Niaga Disdag Kota Malang, Luh Putu Eka Wulantari

Lebih lanjut dijelaskan, jika konsumen tidak cerdas maupun kritis dan hanya sebatas paham aturan namun tak paham haknya, maka tentu ada konsekuensi yang didapat. 

Ia contohkan, banyak dari konsumen yang berbelanja mencari harga murah, namun dengan kualitas yang belum tentu sesuai harapan. Padahal ada yang mengatur terkait standart barang menjamin konsumen. 

"Kita harapkan para peserta ini bisa menularkan ilmunya, sehingga masyarakat lain tahu akan haknya sebagai seorang konsumen yang kritis dan cerdas," jelasnya. 

Baca Juga : Tulis "Bubarkan Negara", 10 Orang Ini Diciduk Polisi

Sementara itu, Kepala Disdag Kota Malang, Wahyu Setianto melalui Kasi Tertib Niaga menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam mengikuti sosialisasi perlindungan konsumen ini. Dari undangan sekitar 250 yang disebar, hampir 100 persen datang mengikuti sosialisasi ini.

"Ini menunjukkan masyarakat Kota Malang sudah mulai sadar dan menjadi konsumen yang cerdas dan kritis untuk mendapatkan haknya sebagai konsumen. Kadang kalau konsumen kan nerima saja, namun sekarang nggak, sudah mulai kritis dan cerdas," terangnya.

Terakhir ia berharap, agar mereka yang hadir dari kalangan PKK seluruh Kota Malang, pelaku usaha, tokoh masyarakat, pelau usaha SPBU serta mahasiswa bisa menyebarluaskan pengetahuan-pengetahuan terkait perlindungan konsumen ke masyarakat lain.