Saat Kukusan Hiasi White Bridge Anti Gempa Pantai Terindah Balekambang

White Bridge of Kukusan pantai Balekambang (Nana)
White Bridge of Kukusan pantai Balekambang (Nana)

MALANGTIMES - Musim dengan segala perubahannya yang sangat ekstrim dalam beberapa tahun terakhir. Kerap menimbulkan berbagai bencana alam, seperti gempa bumi yang terkadang memicu tsunami. 

Kondisi cuaca ekstrim secara global tersebut yang membuat masyarakat kerap mengalami rasa was-was dan ketakutan. Terutama bagi mereka yang berdomisili di wilayah pesisir laut maupun bagi para wisatawan. 

Tapi, di wisata terindah pantai Balekambang,  Kabupaten Malang, yang juga merupakan wilayah pesisir laut selatan, kondisi tersebut telah lama diantisipasi. Khususnya di beberapa lokasi wisata pantai terindah Balekambang. Misalnya, jembatan putih atau White Bridge of Kukusan sebagai salah satu fasilitas tambahan di pantai terindah Balekambang. 

White bridge of Kukusan adalah nama salah satu jembatan dengan kombinasi material bambu yang telah dikenal lebih tahan gempa dan badai. Didesain tahan gempa dan badai karena kelenturannya, white bridge of kukusan yang letaknya sebelum jembatan lama menuju pura di pantai terindah Balekambang. Semakin memberikan rasa nyaman dan aman bagi ribuan pengunjung yang kerap datang menikmati keelokan pantai terindah Balekambang ini. 

Penambahan kata 'kukusan' menurut  Ahmad Faiz Wildan,  bukan sekedar nama belaka. "Tapi memang ada kukusan yang kita pasang di sepanjang jembatan putih Balekambang ini," kata Wildan sapaan Direktur Perusahaan Daerah (PD) Jasa Yasa Kabupaten Malang kepada MalangTIMES,  Kamis (04/10/2018). 

Kukusan merupakan alat tradisional untuk memasak beras yang kini sudah banyak ditinggalkan masyarakat. Bergelantungan disepanjang white bridge berdesain lentur untuk menahan apabila terjadi gempa dan badai. Selain memberikan unsur estetika,  keberadaan kukusan ini juga bisa dijadikan penanda bila terjadi perubahan cuaca di pantai. Ayunan kukusan akan bergerak menyesuaikan kondisi alam di wilayah pantai terindah Balekambang. 

Sisi lain keberadaan white bridge of kukusan menjadi ikon baru pantai terindah Balekambang di Kabupaten Malang ini. Wisatawan pun bisa berswafoto atau foto bersama dengan latar pantai terindah Balekambang yang dihiasi dengan kukusan yang bergoyang seiring angin laut selatan. 

"White bridge of kukusan ini jadinya multifungsi. Selain memberikan kenyamanan dan keamanan juga menjadi bagian spot lainnya di Balekambang," ujar Wildan. 

Kukusan alat tradisi memasak beras yang sudah lama ditinggalkan kembali hadir (Nana)

Pemakaian kukusan secara filosofi juga memiliki arti yang terbilang dalam. Ada kebijakan lokal yang dulu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat mengenai kukusan tersebut. Sebagai alat menanak beras,  kukusan memiliki fungsi meniriskan kadar air berlebih dan kadar gula. Hasil beras yang ditanak memakai kukusan yang terbuat dari material bambu juga memiliki rasa dan aroma yang sangat nikmat. Bahkan beras menjadi awet saat ditanak memakai kukusan. 

Karenanya,  ucap Wildan,  orang tua dulu tidak pernah mengenal diabetes. "Sisi kesehatan dapat, estetika juga masuk. Dan terpenting juga dengan pemakaian kukus yang merupakan ekonomi kerakyatan bisa kembali bergerak," ujarnya. 

"Penjual kukusan kini kembali bergerak dan dagangannya laku lagi. Setelah dibombardir alat modern menanak beras. Mereka bisa tersenyum kembali," imbuh Wildan. 

Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top