foto ilustrasi pantai Goa Cina (instagram)
foto ilustrasi pantai Goa Cina (instagram)

MALANGTIMES - Perpindahan pengelola tiket Pantai Goa Cina yang semula dikelola perhutani KPH Malang melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wonoharjo, ke Kelompok Tani Hutan (KTH) hingga kini masih belum menemukan titik terang. 

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, sejak Senin (1/10/2018) lalu, pengelola tiket pantai yang berlokasi di Desa Sitiarjo Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) ini, dikelola oleh KTH Harapan Pertiwi.

Belakangan diketahui, LMDH Wonoharjo tidak tinggal diam, dan berupaya mengembalikan pengelolaan tiket pada hari ini (3/10/2018). Nyatanya, upaya tersebut berujung pada konflik.

Berangkat dari hal ini, MalangTIMES mencoba menelusuri apa yang sebenarnya terjadi. Sejak pantai terindah di Indonesia Goa Cina itu berdiri, memang sudah dikelola oleh LMDH.

Namun atas dasar kebijakan yang mengacu pada Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) nomor 39 tentang kemandirian mengelola hutan, dan nomor 83 tentang kemitraan kehutanan membuat KTH berupaya mengelola tiket pantai tersebut. Alasannya karena pantai Goa Cina termasuk wilayah mereka.

Tidak hanya Pantai Terindah di Indonesia Goa Cina saja yang hendak diserobot. Hampir semua pantai yang ada di selatan juga diupayakan untuk bisa dikelola KTH.

“Saat ini mereka (KTH) sudah mengadakan pertemuan, tujuannya membahas itu (pengelolaan tiket pantai selatan),” terang salah satu Koordinator Wisata Pantai Selatan di Kabupaten Malang, yang enggan namanya disebutkan ini.

Dia menambahkan, sebelumnya KTH sempat mengelar rapat tertutup terkait SK (Surat Keputusan) Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS) beberapa waktu lalu.

Rapat tertutup ini dilangsungkan pada Sekertariat Pokja Jawa Timur yang ada di Desa Banjarejo Kecamatan Donomulyo.

Pada agenda tersebut, turut dihadiri para ketua KTH yang ada di wilayah barat yang meliputi Kecamatan Dinomulyo, Gedangan, dan Bantur. “Total ada delapan ketua KTH yang menghadiri undangan,” imbuhnya.

MalangTIMES mencoba mempelajari notulen hasil rapat pertemuan tersebut.

Pada lampiran berkas itu, tertulis rahasia. Terdapat beberapa kesimpulan, di antaranya terkait pengalihan kekuasaan pengelola tiket wisata di beberapa pantai yang ada di Kabupaten Malang.

Namun ada empat pantai di Kecamatan Donomulyo yang jadi sasaran, yakni Pantai Kondang Iwak yang berlokasi di Desa Tulungrejo, Pantai Bantol di Desa Banjarejo, Pantai Pasir Panjang yang berlokasi di Desa Kedungsalam, dan Pantai Modangan di Desa Sumberoto.

Semua pantai tersebut bakal diambil alih pada Senin (1/10/2018) lalu. Tapi kenyataannya justru Pantai terindah di Indonesia Goa Cina yang diserebot lebih dulu.

Kejadian ini yang mendasari LMDH menduga jika KTH bakal mengambil alih semua pengelolaan tiket di pantai selatan yang ada di Kabupaten Malang.

Tidak hanya itu saja, dalam berkas tersebut juga merencanakan untuk mengelar aksi damai pada 10 oktober mendatang.

Tidak main-main, sebanyak 4.000 orang bakal diangkut menggunakan 73 truk dan 1 mobil komando untuk mengupayakan pengelolaan tiket yang mereka gagas.

Stadion Kanjuruhan bakal menjadi titik kumpul ribuan anggota KTH. Ada tiga lokasi yang dijadikan sasaran, yakni Kantor perhutani KPH Malang, Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), dan kantor Bupati Malang.

Ketika dikonfirmasi ke Ketua KTH Harapan Pertiwi Purnadi membenarkan temuan MalangTIMES.

Purnadi menuturkan, jika apa yang digagas oleh KTH memang sesuai dengan peraturan permenhut. Namun demikian, pihaknya membantah jika bakal melakukan demo.

“Itu kan masih agenda, untuk realisasinya masih dibahas bagaimana nantinya,” pungkasnya.