Keluarga Ardi Kurniawan, atlet paralayang yang menjadi korban gempa di Palu, saat ditemui di rumah duka di Kota Batu. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Keluarga Ardi Kurniawan, atlet paralayang yang menjadi korban gempa di Palu, saat ditemui di rumah duka di Kota Batu. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Keluarga masih menanti kepulangan jenazah atlet paralayang asal Kota Batu Ardi Kurniawan yang menjadi korban meninggal dalam bencana gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Meski telah mengetahui imbauan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi untuk mengikhlaskan jenazah Ardi dimakamkan di Palu, keluarga yakin jenazah Ardi bisa dipulangkan. 

Sebuah lubang lahat tampak baru digali di pemakaman umum di Jalan Trunojoyo Gg IV Kota Batu. Sebuah terpal biru menutup lubang itu dengan pemberat dua buah batu nisan. Rencananya, di kuburan yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah korban itulah, jenazah Ardi akan dimakamkan.

Baca Juga : Pasien Positif Covid-19 Meningkat, Polres Malang Ancam Warga yang Tolak Pemakamannya

Sementara itu, Asminah dan Sugiyono, orang tua Ardi, menyambut kedatangan tamu, kerabat, handaitaulan dan juga rekan-rekan korban yang datang menyampaikan belasungkawa. Raut kesedihan masih tampak di wajah dan gestur tubuh keduanya. Berkali-kali, Asminah tampak mengusap sudut matanya. Dia meminta tamu yang datang untuk mendoakan sekaligus memaafkan Ardi.

Asminah mengaku belum mendapatkan kabar kepastian pemulangan jenazah. "Belum ada kabar. Katanya pasti pulang hari ini, hanya tidak dikasih tahu jam berapa," ujarnya.

Perempuan paro baya itu lantas mengisahkan soal kecintaan Ardi kepada paralayang. Ardi merupakan sulung dari empat bersaudara. Seluruh keluarganya, termasuk sang ayah, memang menekuni olahraga terbang layang itu. "Ardi itu pertama terbang kelas lima SD. Dia senang sekali. Sebelum jadi atlet, dia jadi paraboy dulu. Kerjaannya lipat-lipat parasut," kenang Asminah. 

Keluarga juga punya panggilan khusus bagi Ardi, yakni Gundul. "Panggilannya di rumah Gundul, karena sering potong gundul (pelontos)," sebutnya.

Andri Sisnanto, adik Ardi Kurniawan, mengungkapkan bahwa pihak keluarga masih terus menjalin komunikasi terkait pemulangan jenazah. "Belum tahu apakah nanti pakai hercules atau penerbangan komersial. Masih terus komunikasi," ujarnya.

Baca Juga : Quraish Shihab Tegaskan Wabah Covid-19 Bukan Azab Allah

Seperti diberitakan sebelumnya, Ardi menjadi satu dari tujuh pilot paralayang kompetisi Palu Nomoni 2018 yang sempat hilang kontak. Jenazah Ardi ditemukan di bawah puing Hotel Roa-Roa yang roboh terdampak gempa berkekuatan 7,4 SR disertai tsunami pada pekan lalu. Ardi meninggalkan seorang istri dan dua orang anak. Hingga saat ini, istri Ardi masih sangat terpukul. Dia memilih beristirahat menenangkan diri dan tidak banyak menerima tamu kecuali kerabat dekat. (*)