Pameran Kartun Anti Korupsi di Balai Kota Malang (foto: Imarotul Izzah/ MalangTIMES)
Pameran Kartun Anti Korupsi di Balai Kota Malang (foto: Imarotul Izzah/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tak heran mengapa hari ini Balai Kota nampak ramai. Sejumlah 200an kartun dipamerkan di lobi. Seluruh kartun yang dipajang mengusung tema yaitu Anti Korupsi. Kartun-kartun tersebut merupakan karya 70 kartunis dari Kota Malang, Surabaya, Yogyakarta, hingga Jakarta. 
“Kebetulan di Malang ada kasus yang rawan. Dari obrolan di warung kopi, kira-kira bisa nggak kita pameran di tempat yang benar. Ternyata sama Pak Wali Kota difasilitasi untuk itu,” ujar Dhany Valiandra, salah satu kartunis.

Momen pameran ini memang pas setelah korupsi massal yang melibatkan puluhan pejabat legislatif dan eksekutif di Kota Malang. Kartun-kartun yang dipamerkan pun beragam, kebanyakan menyindir para koruptor. Mulai dari kartun seorang pelukis yang sedang melukis gedung DPR namun heran karena jadinya malah tikus.

Baca Juga : Didominasi Kasus Pencurian, Ratusan Napi Dibebaskan di Tengah Wabah Covid-19

Ada juga kartun anggota KPK yang menerima ancaman yang digambarkan dengan pisau bertuliskan bubarkan dan gas beracun. Ada juga yang menggambarkan sosok Roy Kiyoshi yang meramal masa depan yang penuh dengan bencana korupsi. 
Sangat menyindir, terdapat kartun bergambar hasil rontgen otak manusia yang di dalamnya terdapat tikus dengan tulisan “HASIL RONTGEN 41 ORANG ANGGOTA DPRD KOTA MALANG PENERIMA SUAP”.

Yang tak kalah unik, terdapat sindiran korupsi yang digambarkan seperti logo Keluarga Berencana (KB) dengan tulisan Korupsi Berencana, Dua Trilyun Cukup. 

Dengan media gambar seperti ini tentu korupsi lebih mudah dipahami oleh masyarakat. Apalagi yang datang ke sana juga anak-anak sekolah yang sangat perlu diedukasi mengenai korupsi.
Fredy Reynaldo Hutagaol dari Direktorat Pembinaan Jaringan Kerjasama Antar Komisi dan Instansi Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (PJKAKI KPK RI) menyatakan bahwa pengajaran anti korupsi melalui kartun memang lebih efektif.

"Kartun itu adalah cara penggambaran yang paling mudah bagi temen-temen kartunis untuk menyebarkan nilai-nilai anti korupsi. Kalau lewat pengajaran di kelas, lewat baca buku mungkin sangat njelimet dan cepat hilang," ujarnya saat ditemui di Balai Kota Malang.

Baca Juga : Korban Miras Oplosan di Lapangan Sampo Bertambah Satu Orang

Dia kemudian menjelaskan bahwa orang-orang akan lebih terngiang ketika melihat kartun, acara di tv, atau satu pertunjukan kesenian. Fredo (sapaan akrabnya) memberi contoh grup band Efek Rumah Kaca yang lebih mudah dipahami nilai-nilainya melalui musiknya.

"Dibandingkan disuruh baca buku yang njelimet ngomongin soal korupsi yang ga ada gambarnya satupun," imbuhnya.
Untuk diketahui, pameran ini diselenggarakan bersama Malang Corruption Watch (MCW), Cangkir Laras, Terakota.id, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang, DKV Universitas Negeri Malang, Patembayan Citra Lekha, Fey Art, Komunitas Kalimetro, dan Kampung Cempluk. Pameran Kartun Anti Korupsi ini digelar hingga 4 Oktober besok.