Menggoyang Lidah, Malang Coffee Ethnic Jadi Surga Dunia Pecinta Kopi

Malang Ethnic Festival 2018, ajang pengenalan potensi kopi lokal Kabupaten Malang (foto: Pipit Anggraeni/MalangTIMES)
Malang Ethnic Festival 2018, ajang pengenalan potensi kopi lokal Kabupaten Malang (foto: Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Malang Coffee Ethnic 2018, menjadi salah satu festival kopi di Kabupaten Malang yang rasanya pantas dikatakan mampu menjadi surganya para pecinta kopi. Karena di sana ada begitu banyak olahan kopi yang mampu menggoyang lidah.

Bukan hanya sekedar seduhan kopi panas yang biasanya disuguhkan di rumah, tapi juga ada banyak jenis olahan lain yang berbahan dasar kopi. Mulai dari makanan ringan hingga minuman segar yang cocok dikonsumsi anak-anak.

Malang Coffee Ethnic ini sendiri merupakan yang pertama kali digelar di Kabupaten Malang. Melihat animo masyarakat yang luar biasa, festival ini nantinya akan dijadikan sebagai acara rutin di KUD Karangploso, Kabupaten Malang.

Ketua pelaksana kegiatan Malang Coffee Ethnic, Agung Rino menyampaikan, festival kopi ini menjadi salah satu upaya untuk menghidupkan kembali potensi kopi yang ditanam petani di berbagai kawasan Kabupaten Malang. 

"Kopi itu kan bukan hanya sekedar minuman saja, tapi bisa diolah untuk yang lain. Dan potensi itu yang coba kami angkat," katanya pada wartawan, Selasa (2/10/2018).

Menurutnya, kopi Kabupaten Malang memiliki banyak jenis dan potensi untuk dikembangkan. Saat ini, bahkan sudah banyak dikenl kopi dingin yang diseduh dengan cara khusus. Pangsa pasarnya pun luas dan dapat dikembangkan lagi.

"Seperti kopi fermentasi salah satunya, sekarang sudah banyak dikembangkan dan itu memang banyak disukai sampai luar negeri," jelasnya.

Ke depan, ia pun menargetkan agar kegiatan Malang Ethnic Coffee ini dapat menyerap lebih banyak lagi peserta. Karena saat ini, jumlah standnya masih terbatas yaitu 58 tenant dari yang disediakan sebanyak 46 tenant. 

"Tahun depan harapannya bukan hanya dari wilayah Jawa Timur saja. Dan dalam festival hari ini saja kami menolak 20 peserta lebih. Maka ke depan akan disiapkan lebih matang lagi," jelasnya sembari menyebut jika kegiatan tersebut hanya dilakukan satu hari saja yaitu Selasa (2/10/2018) lantaran terkendala pada persiapan.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top