Wakil Ketua KPK Lihat Hasil Rontgen 41 Mantan Anggota DPRD Kota Malang, Ada Tikusnya

Suasana pameran Kartun Antikorupsi di Balai Kota Malang yang  dibuka oleh Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Suasana pameran Kartun Antikorupsi di Balai Kota Malang yang dibuka oleh Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kartun karya Wahyu Kokkang langsung menarik minat Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Thony Saut Situmorang saat mengunjungi pameran Kartun Antikorupsi yang berlangsung di Balai Kota Malang. Karya itu menggambarkan foto rontgen tengkorak manusia dengan seekor tikus yang bersarang di kepala. 

Di samping gambar itu, terdapat tulisan Hasil Rontgen 41 Orang Anggota DPRD Kota Malangg Penerima Suap. Sebanyak 70 kartunis memamerkan 200 karya kartun mulai hari ini (2/10/2018) hingga 4 Oktober mendatang. "Tugas KPK meliputi bidang penindakan dan pencegahan. Pameran semacam ini masuk dalam ranah pencegahan, yakni memberikan sosialisasi terkait korupsi pada masyarakat," terangnya. 

Dalam rangkaian pameran tersebut, Saut Situmorang juga menjadi pembicara dalam seminar dan bedah karya yang dihadiri Wali Kota Malang Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko bersama seluruh jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Malang. Selain itu hadir pula para seniman yang menampilkan karyanya. 

Salah satu pemrakarsa Kartun Antikorupsi, kartunis Jan Praba juga hadir dalam pameran. Ia menyampaikan strategi kritik melalui kartun. "Kartunis bukan kaki tangan KPK, juga bukan musuh DPR atau pejabat pemerintah. Melalui karya, yang kami musuhi korupsi itu sendiri," ujarnya.

Pameran yang digelar di area lobi dan lorong-lorong Balai Kota Malang itu melibatkan kartunis dari Malang, Yogyakarta dan Jakarta. Pameran diselenggarakan merespons kasus korupsi yang menjerat bekas Kepala Dinas Pekerjaan Umum, bekas Wali Kota Malang M. Anton dan 41 anggota DPRD Kota Malang.

Ketua panitia pameran, Wirastho mengungkapkan pameran kartun antikorupsi ini diharapkan membuka mata visual masyarakat Malang dan semakin banyak bermunculan kartunis asal Malang. "Pameran ini sekaligus menyampaikan kritik dan keprihatinan. Meskipun kami percaya para pejabat saat ini berintegritas. Pemerintah Kota Malang akan bersih, bebas korupsi dan transparan," ujarnya.

Wirastho mengungkapkan, pameran diselenggarakan bersama Malang Corruption Watch (MCW), Cangkir Laras, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang, DKV Universitas Negeri Malang, Patembayan Citra Lekha, Fey Art, Komunitas Kalimetro, dan Kampung Cempluk. "Tak sekadar pameran kartun, katanya, namun juga diselingi beragam acara mulai menonton film antikorupsi, ngobrol bareng KPK, pendidikan antikorupsi dan ngartun bareng," pungkasnya. 

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES (JatimTimesNetwork)

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top