Ilustrasi pelamar membuka situs pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) melalui mobile phone. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Ilustrasi pelamar membuka situs pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) melalui mobile phone. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Kesulitan akses website Badan Kepegawaian Negara (BKN) masih menjadi keluhan dominan yang diterima Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Malang. Akibatnya, hingga Senin (1/10/2018) jumlah pendaftar calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk mengisi formasi Kota Malang baru 35 orang.

Kabag Humas Setda Kota Malang M Nurwidianto, mengatakan cukup banyak pengaduan yang masuk pada Pemkot Malang. Terutama mengenai lemotnya laman sscn.bkn.go.id untuk dibuka dan menginput data. "Baru 35 pendaftar. Dari deteksi awal, ada kesulitan para pelamar untuk akses ke portal sscn. Dalam ruang pengaduan berbasis online, kebanyakan protes karena sulit akses," ujar Wiwid, sapaan akrabnya.

Untuk solusi mengenai website, lanjut Wiwid, pihak Kota Malang hanya bisa menunggu dari pusat. Sebab daerah tidak lagi memiliki andil mengelola pendaftaran. Meski demikian, para pendaftar bisa menyampaikan berkas fisik terlebih dahulu. "Makanya dalam informasi awal, selain melalui online juga untuk mengirimkan berkas melalui pos. Tapi tetap persyaratan online tetap harus dilakukan," terangnya.

Untuk diketahui, pendaftaran untuk Jawa Timur termasuk Kota Malang sendiri dibuka mulai Jumat (28/9/2018) lalu hingga 12 Oktober mendatang. Selain kesulitan akses, diperkirakan para pendaftar juga masih menunggu perkembangan pendaftaran. 

Diperkirakan, para pelamar akan membeludak di hari-hari terakhir jelang penutupan pendaftaran.Tahun ini, Kota Malang mendapatkan kuota CPNS dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) sebanyak 282 formatur.

Adapun jumlah itu terdiri dua formasi, yakni formasi umum dengan jumlah 275 orang dan eks tenaga honorer eks K2 sebanyak 7 orang. Formasi umum alokasinya terdiri atas tenaga guru, tenaga kesehatan dan tenaga teknis. Khusus untuk CPNS dari kalangan disabilitas, terdapat dalam formasi tenaga guru untuk guru kelas ahli pertama dengan alokasi sebanyak 3 orang.

Berkas persyaratan yang dibutuhkan antara lain, kartu pendaftaran, fotokopi KTP-el, foto kopi ijazah terakhir, foto kopi transkrip nilai dengan ketentuan pelamar umum dan disabilitas dengan IPK minimum 2,75 pada skala 4,00 dan pelamar terbaik/cumlaude predikat kelulusan dengan pujian.

Berkas syarat lainnya yakni, foto kopi bukti keterangan akreditasi, pas foto ukuran 3X4 serta surat tanda registrasi khusus tenaga kesehatan dan sertifikat pendidik khusus tenaga guru disabilitas.

Nantinya, alur seleksi administrasi CPNS ini dimulai dari berkas yang datang dan dilakukan pemilihan sesuai jenis formasi. Setelah itu berkas dipilih dan diverifikasi serta divalidasi dengan data pelamar pada web sscn.bkn.go.id dan mencetak kartu ujian apabila lulus seleksi administrasi.

Berkas yang sudah divalidasi nanti diserahkan kepada berkas untuk dipilah sesuai status berkas dan terakhir akan diberikan kartu ujian bagi yang lolos syarat administrasi.

End of content

No more pages to load