Ilustrasi bedah rumah (rakyatmuria)
Ilustrasi bedah rumah (rakyatmuria)

MALANGTIMES - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan bantuan bedah rumah kepada Pemkot Malang melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang.

Bantuan yang diberikan sebanyak 360 rumah yang akan dibedah. Bantuan tersebut nantinya akan disebar secara merata di seluruh kecamatan di Kota Malang sesuai dengan kelayakan mendapat bantuan. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperkim Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi mengungkapkan bahwa bantuan tersebut tidak akan diberikan secara tunai kepada penerima. Namun akan diberikan berupa bahan bangunan siap pakai yang akan digunakan untuk melakukan bedah rumah.

"Biar tepat sasaran. Kalau diberikan uang, nanti kan rawan. Malah digunakan untuk yang lain. Dan rencana anggaran biaya (RAB)-nya masih dihitung. Untuk bantuan ini, memang kami mengusulkan ke Kementerian PUPR," bebernya.

Setiap penerima bantuan akan mendapatkan bahan bangunan atau material senilai Rp 7,5 juta sampai sekitar Rp 15 juta. Namun, penentuan nominal bantuan akan dilakukan sesuai penilaian kriteria penerima bantuan.

Penilaian tersebut merupakan patokan utama dalam menentukam layak tidaknya seseorang mendapatkan bantuan bedah rumah. Yang akan menjadi tim penilai nantinya dari Pemkot Malang sendiri.

Lebih lanjut dijelaskan, untuk kriteria penilaian, yang terpenting penerima bantuan adalah warga negara Indonesia (WNI) dan memang memiliki penghasilan rendah. Kemudian penerima bantuan harus memiliki administrasi kelengkapan rumah serta masuk dalam kategori rumah tak kayak huni.

"Ya harapannya, masyarakat bisa semakin memperbaiki taraf hidupnya menjadi lebih baik dengan sedikit bantuan yang kami berikan. Selain itu, tempat tinggal masyarakat yang berpenghasilan rendah juga jauh lebih layak untuk ditempati," pungkas Diah. (*)