MALANGTIMES - Meski membuka ratusan lowongan, pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kota Malang masih relatif sepi.

Pada pembukaan pendaftaran hari pertama, kemarin (28/9/2018) baru ada sembilan orang pelamar.

Diperkirakan, para pemburu kerja akan membeludak di hari-hari terakhir jelang penutupan pendaftaran.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Malang Anita Sukmawati mengungkapkan bahwa pihaknya sudah membentuk tim khusus dalam proses seleksi CPNS tersebut.

"Hingga saat ini jumlah pendaftar masih sembilan orang," tegasnya. Menurut Anita, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sudah mempersiapkan seleksi administrasi penerimaan CPNS tahun 2018. 

Pengumuman penerimaan sudah dibuka pada 19 September lalu secara serentak.

Sedangkan seleksi penerimaan berkas dan online dibuka pada 28 September hingga 12 Oktober 2018.

Tim yang dibentuk, lanjut Antita, terdiri dari unsur BKD serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Di antaranya dinas pendidikan, dinas PUPR, dispendukcapil dan Inspektorat sudah dipersiapkan untuk menerima seleksi tersebut. 

"Sebelum dibuka pendaftaran sudah ada rapat koordinasi pelaksanaan seleksi administrasi penerimaan CPNS antara BKD dengan beberapa OPD terkait," kata Anita.

Tahun ini, Kota Malang mendapatkan kuota CPNS dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) sebanyak 282 formatur.

Adapun jumlah itu terdiri dua formasi, yakni formasi umum dengan jumlah 275 orang dan eks tenaga honorer eks K2 sebanyak 7 orang. Formasi umum alokasinya terdiri atas tenaga guru, tenaga kesehatan dan tenaga teknis.

Khusus untuk CPNS dari kalangan disabilitas, terdapat dalam formasi tenaga guru untuk guru kelas ahli pertama dengan alokasi sebanyak 3 orang.

"Nantinya masyarakat yang ingin mendaftar harus melengkapi berkas sebagai persyaratan," tandasnya. Berkas persyaratan itu antara lain, kartu pendaftaran, fotokopi KTP-el, foto kopi ijazah terakhir, foto kopi transkrip nilai dengan ketentuan pelamar umum dan disabilitas dengan IPK minimum 2,75 pada skala 4,00 dan pelamar terbaik/cumlaude predikat kelulusan dengan pujian.

Berkas syarat lainnya yakni, foto kopi bukti keterangan akreditasi, pas foto ukuran 3X4 serta surat tanda registrasi khusus tenaga kesehatan dan sertifikat pendidik khusus tenaga guru disabilitas.

"Tim yang terbentuk akan bekerja secara profesional dan melayani para pendaftar CPNS ini dengan baik," tuturnya.

Anita menerangkan, nantinya alur seleksi administrasi CPNS ini dimulai dari berkas yang datang dan dilakukan pemilihan sesuai jenis formasi.

Setelah itu berkas dipilih dan diverifikasi serta di validasi dengan data pelamar pada web sscn.bkn.go.id dan mencetak kartu ujian apabila lulus seleksi administrasi.

Berkas yang sudah divalidasi nanti diserahkan kepada berkas untuk dipilah sesuai status berkas dan terakhir akan diberikan kartu ujian bagi yang lolos syarat administrasi.