Terinspirasi dari Maraknya Bencana Alam, Mahasiswa UB Buat Alat Pendeteksi Berbasis Android

MALANGTIMES - Kini, kita bisa mendeteksi bencana alam kebakaran hutan dan tanah longsor hanya melalui handphone android. Alat pendeteksi potensi bencana alam berbasis android tersebut merupakan karya mahasiswa Teknik Elektro Universitas Brawijaya (TE-UB).

Dinamakan DESFOLA atau Disaster Detection System of Forest Fire and Landslide. Tim DESFOLA terdiri atas Rizka Sisna Riyanti dan Bagas Priyo Hadi Wibowo dengan bimbingan dosen Eka Maulana, ST., MT., M.Eng. Menurut Bagas, inovasi tersebut terinspirasi dari maraknya kebakaran hutan, banjir, dan tanah longsor di Indonesia.

"Berdasarkan data BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), ada 2.271 bencana yang terjadi sepanjang 2017. Salah satunya adalah bencana kebakaran hutan dan lahan yaitu sekitar 96 kejadian. Serta banjir dan tanah longsor sekitar 67 kejadian," paparnya.

DESFOLA dirancang dengan hanya dua bagian utama yaitu bagian sensor dan bagian server. Bagian sensor diletakkan di beberapa bagian hutan dan bagian server akan diletakkan di pemukiman warga yang memiliki koneksi internet. DESFOLA menggunakan sistem pengiriman point to point untuk memaksimalkan kinerjanya. Tentunya, alat ini sangat berguna untuk warga agar terhindari dari kerugian bencana alam.

"Data yang dideteksi oleh bagian sensor akan ditampilkan di aplikasi android secara realtime. Saat potensi bencana meningkat, alat akan menampilkan warning sehingga masyarakat bisa lebih waspada dan menanggulanginya lebih dini," ujar Bagas.

Untuk diketahui, September lalu, Rizka dan Bagas berhasil memperoleh penghargaan medali emas di kompetisi The 5th International Young Inventors Awards (IYIA) 2018 yang diselenggarakan di Inna Grand Bali Beach Sanur, Bali, Indonesia (19 — 22 September).

Kompetisi IYIA 2018 yang diselenggarakan oleh asosiasi pemenang kompetisi penelitian atau inovasi nasional dan internasional INNOPA (Indonesian Invention and Innovation Promotion Association) ini diikuti oleh 15 Negara. Tidak kurang dari 317 inovasi dari peserta dalam dan luar negeri dipamerkan dalam kompetisi tersebut. Mulai dari Indonesia, Thailand, Malaysia, Filipina, Jepang, Korea Selatan, Rusia, dan Taiwan.

Kami bangga bisa mengikuti jejak kesuksesan dari senior-senior kami, kata Rizka.

Sebelumnya, Inovasi ini berhasil memperoleh Silver Medal pada ajang International Research Innovation, Invention, and Solution Exposition (IRIISE) 2018 yang bertempat di University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia pada tanggal 14-16 Agustus 2018.

Top