Warga Desa Jabung saat mengantre air bersih (foto : Dokumentasi MalangTIMES)
Warga Desa Jabung saat mengantre air bersih (foto : Dokumentasi MalangTIMES)

MALANGTIMES - Meski hujan sempat mengguyur beberapa daerah di Kabupaten Malang pada Rabu (19/9/2018) lalu, namun diperkirakan musim kemarau pada tahun 2018 ini bakal terjadi hingga bulan Oktober mendatang.

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangploso Hana Amalina menegaskan, jika tahun sebelumnya, musim penghujan terjadi pada bulan September. Namun di Kabupaten Malang, di tahun 2018 diprediksi musim penghujan bakal terjadi bulan November mendatang.

Sedangkan bulan Oktober bakal memasuki musim peralihan, akibatnya cuaca dipastikan lebih panas dibanding bulan sebelumnya. “Bulan depan (Oktober) suhu diprediksi sekitar 32° Celcius,” tegas Hana.

Hana menambahkan, terdapat beberapa faktor yang memicu mundurnya musim penghujan. Diantaranya faktor lokal yang ada di daerah Kabupaten Malang. “Topografi wilayah, karakteristik daerah yang beragam, serta kondisi angin, menjadi pemicu utama kemarau panjang,” imbuhnya.

Terpisah, Kasubsi Penanggulangan Bencana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang Mudji Utomo menuturkan, sedikitnya ada 11 kecamatan yang masuk wilayah rawan kekeringan. Daerah yang dimaksud adalah Kecamatan Singosari, Kalipare, Lawang, Pagak, Donomulyo, Jabung, Sumbermanjing Wetan, Sumberpucung, Bantur, Gedangan dan Ngantang.

“Untuk mengantisipasi hal ini, kami sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta beberapa instansi terkait guna mengantisipasi kekeringan,” terang Utomo.

Dari penelusuran MalangTIMES, BPBD sempat menerjunkan beberapa armada pengangkut air bersih ke Kecamatan Jabung. Sedikitnya ada sekitar 5 ribu liter air, didistribusikan ke daerah kekeringan yang ada di kecamatan tersebut.

Terpisah, Kepala Desa Jabung Anik Sri Hartatik menuturkan, hampir setiap kemarau datang, desa yang dia pimpin memang mengalami kekeringan. Penyebabnya yaitu, minimnya sumber air seperti sumur, yang terdapat di Desa Jabung. “Dusun Boro, Umpak Nindi dan Gunung Kunci menjadi daerah paling rawan kekeringan,” tuturnya.

Anik menambahkan, untuk mengantisipasi ini, warga setempat biasanya mencari air ke dusun yang ada di sekitarnya. Hal ini dilakukan karena sumur milik penduduk mengalami kekeringan. Sedangkan untuk membeli, harganya juga mahal dan memberatkan mereka. “Total ada sekitar 800 kepala keluarga yang terdampak musibah kekeringan ini,” pungkasnya.