Andry Putra Purna Irawan, mahasiswa jurusan Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, dengan miniatur bangunan hotel bisnis yang unik (foto: Imarotul Izzah/Malang Times)
Andry Putra Purna Irawan, mahasiswa jurusan Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, dengan miniatur bangunan hotel bisnis yang unik (foto: Imarotul Izzah/Malang Times)

MALANGTIMES - Bisa dibilang, Andry Putra Purna Irawan, mahasiswa jurusan Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, sudah menjadi arsitek sebelum dia mendapat gelar sah. Sebagai arsitek, ia pernah mendapat bayaran mulai dari 300 ribu saja hingga 50 juta. Bakat dan kerja kerasnya membuat Andry berhasil merancang bangunan hotel di berbagai kota dan pulau. Bahkan, ia pernah merancang rumah tinggal di Jepang, dekat gunung Fuji. Setelah lulus, ia sudah diminta menjabat sebagai direktur di sebuah perusahaan manufakturing.

Baru-baru ini, mahasiswa ITN tersebut lulus dengan IPK 3,86. Ia merancang bangunan hotel bisnis dengan konsep hi tech bernama Geschaft Tower Hotel. Bangunan tersebut digambarkan cukup unik karena tidak berbentuk kotak layaknya bangunan-bangunan hotel di Indonesia pada umumnya. Dia merancang bangunan berbentuk kapal pesiar. Kalau terealisasikan, akan menjadi satu-satunya hotel di Indonesia dengan bentuk bangunan paling unik. Kawasannya adalah di Surabaya.

Baca Juga : Belajar dari Rumah Lewat TVRI Mulai Hari Ini, Intip Jadwalnya Yuk!

“Saya survey untuk penelitian ini sampai Singapura. Tentunya berangkat dengan mengumpulkan uang sendiri,” ungkapnya.

Untuk survey penelitian di Singapura ini, Andry mengumpulkan uang sebesar 22 juta. Ini dibutuhkan sebab ia ingin menginap di hotel bisnis. Agar bisa diperlakukan secara istimewa untuk kebutuhan penelitian, dia menginap di kelas satu. Satu malamnya Rp 6 juta.

Uang tabungannya sendiri ia kumpulkan dengan bekerja. Ia rancang 2 proyek bangunan yakni rumah dan resort. Andry sendiri memang produktif merancang bangunan sewaktu masih kuliah. Beberapa karyanya antara lain Villa Sumbawa, rumah-rumah di Bali, Alun-alun Situbondo, Masjid Agung Bogor, Desa Wisata Maleo Sulawesi Selatan, rumah sakit di Jombang, Tangko Inn Resort and Spa di Bali, Wisata Pantai Kota Situbondo, The Celebrity at Atuh, Lovina Villa di Singaraja, Kantor Utama PT. Rubber Industries, Taman Sutojayan Blitar, Villa Resort Ubud, Benteng Resort Manado, Desa Wisata Yowong di Papua, La Merry Resort and Apartement Manado, Pamoi Bay Resort Papua, hingga rumah di pinggir danau dekat gunung Fuji.

“Yang dari Jepang itu unik. Tiba-tiba saya dapat telfon dari nomor tidak dikenal. Ternyata dari Jepang, minta dibuatkan rumah pinggir danau dekat gunung Fuji. Bahasa Inggrisnya juga masih kental logat Jepang,” terangnya.

Menurut Andry, orang Jepang itu mengetahuinya dari akun youtubenya bernama idn project yang memang berisi animasi karya-karyanya. Untuk diketahui, sebelum lulus, Andry sudah ditawari pekerjaan di PT Sahabat Grup Indonesia di Singosari. Perusahaan bidang manufacturing tersebut akan memecah diri menjadi beberapa bagian sehingga terdapat banyak anak perusahaan dengan berbagai bidang nantinya.

Baca Juga : Cegah Covid 19 Pada Lansia dan Anak-Anak, Pemkot Batu Akan Beri Tambahan Nutrisi

“Saya ditawari sebagai direktur. Oktober nanti sudah mulai kerja. Uji coba dulu selama 6 bulan. Saat ini saya masih mempersiapkan untuk itu, belajar yang banyak,” ujarnya.

Andry sendiri bersyukur sebab ayah dan ibunya selalu mensupportnya. Tidak ada bakat arsitek dari kedua orang tuanya. Ayahnya bekerja di pertanian, sedang ibunya jual sembako di pasar. Untuk itu ia selalu berusaha untuk membiayai segalanya sendiri.

“Saya terinspirasi dari kata Bill Gates bahwa kita tak usah mendirikan kantor, jadikan garasi rumah kantormu. Maka kamar kos saya lah yang saya jadikan tempat kerja. Tentu saja sangat berantakan. Banyak kertas di mana-mana,” ujarnya.