Roboh, pohon gada di halaman depan Istana Gebang.(Foto : Team  BlitarTIMES)
Roboh, pohon gada di halaman depan Istana Gebang.(Foto : Team BlitarTIMES)

MALANGTIMES - Pohon gada yang tertanam di halaman depan Istana Gebang Kota Blitar roboh pada Rabu (26/09/2018) pukul 09.00 WIB.

Kepala Bidang Pengelolaan Kawasan Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkot Blitar Heru Santoso mengatakan, berdasarkan penelusuran sementara, penyebab ambruknya pohon gada ini karena lapuknya batang di sisi tengah bagian pohon.

Baca Juga : Di Jalanan, Senyum-senyum Merekah Menerima Sembako Bantuan UIN Malang

"Pohon gada ini tadi tepat jam sembilan pagi roboh. Namun robohnya tidak langsung gitu, tapi pelan-pelan. Karena memang pohonnya di tengah-tengah sudah berlubang, sudah rapuh," ungkap saat dihubungi BLITARTIMES di sela-sela meninjau kondisi pohon gada yang telah roboh.

Sebelum pohon roboh, di sekitaran pohon baru saja dipakai aktivitas olahraga oleh anak-anak sekolah yang kebetulan berada di sana. Namun beruntung, sebelum pohon roboh, sejumlah siswa itu bergeser ke belakang bangunan Istana Gebang sehingga selamat dari peristiwa robohnya pohon itu.

"Tadi ada anak-anak sekolah olahraga di sini (di sekitar pohon gada). Tapi mereka lebih dulu pindah ke belakang. Baru setelah itu, pohon roboh," kata Heru.

Kendati begitu, dia menegaskan atas peristiwa itu tidak berpengaruh dengan aktivitas pariwisata di Istana Gebang, tempat bersejarah yang merupakan rumah masa kecil Presiden pertama RI Ir Soekarno (Bung Karno). Sebab, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkot Blitar untuk menangani pohon yang sudah tergeletak itu. Terkini, para petugas DLH sudah bergerak membersihkan bangkai pohon.

"Tidak mengganggu (kegiatan pariwisata di Istana Gebang). Kami juga sudah koordinasi dengan DLH untuk memotong sebagian batang pohon dan membersihkan bangkai pohon," ucapnya.

Baca Juga : Trending Twitter! Buku Karya Tere Liye Jadi Barang Bukti Aksi Vandalisme Anarko

Sebagai informasi, pohon gada ini ditanam pada saat peringatan 40 hari wafatnya mantan Presiden Soekarno, pada bulan Juli tahun 1970. Praktis, usia pohon tersebut hingga kini sudah berusia 48 tahun lebih.

Pohon asli Afrika dengan nama latin Kigelia Africana ini hanya bisa dijumpai di tiga tempat di Indonesia. Yakni di Istana Bogor, Istana Gebang Blitar, dan kini dikembangkan di Kebun Raya Purwodadi, Pasuruan. Buah pohon gada terbukti bisa mengobati berbagai penyakit kulit. Sedangkan bunganya bisa untuk melancarkan buang air kecil dan menurunkan kadar gula darah. (*)​