Dua pemateri dari kemendagri yakni Hadi supratikta (kanan) dan Adi suhendra (tengah) saat memberikan materi sosialisasi Innovative Government Award (IGA) 2018, Kabupaten Malang.  (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Dua pemateri dari kemendagri yakni Hadi supratikta (kanan) dan Adi suhendra (tengah) saat memberikan materi sosialisasi Innovative Government Award (IGA) 2018, Kabupaten Malang. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemerintah Kabupaten Malang harus berpacu dengan daerah lain untuk bisa kembali meraih prestasi pada ajang Innovative Government Award (IGA) 2018. Karena pada ajang serupa di tahun 2017 lalu, Kabupaten Malang menyabet penghargaan ke tiga.

“Dari total keseluruhan, Kabupaten Malang juga masuk dalam kategori top 23 inovasi,” terang Adi Suhendra Peneliti Pusat Litbang Inovasi Daerah, Balitbang Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) saat ditemui MalangTIMES di sosialisasi IGA 2018 yang diselenggarakan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Malang di ruang rapat anusapati senin (24/9/2018).

Adi lantas menjelaskan, jika mengacu pada tahun 2017 lalu, terdapat sedikitnya 120 pemerintah daerah (pemda) yang berpartisipasi pada agenda IGA. Dimana pulau Jawa mendominasi pada gelaran akbar tahunan ini. Dari jumlah tersebut, tersaring 574 inovasi. Sedangkan gagasan yang diusung Kabupaten Malang mampu menyabet penghargaan ke tiga pada tahun lalu.

Adi menambahkan, pada IGA 2018 nantinya juga masih mengusung tiga tema. Yakni berkaitan inovasi mengenai pelayanan publik, inovasi bentuk lain dari dinas teknis, dan inovasi tata kelola pemerintahan. Di tahun ini ada peraturan yang sedikit berbeda, dimana mekanismenya pengumpulan berkas serta gagasan inovasi IGA dikirim melalui website yang sudah ditentukan, dengan batas waktu mulai 19 september hingga 18 oktober. “Pada IGA 2018, nantinya bakal dibuat beberapa klaster (kelompok), sebab tidak mungkin daerah pinggiran bakal ditandingkan dengan inovasi dari daerah perkotaan,” imbuhnya.

Senada dengan Adi, salah satu pemateri lain Hadi Supratikta juga menyampaikan adanya beberapa pembagian kelompok tersebut. Menurutnya dengan dibuatnya kluster ini, membuat penilaian menjadi adil. Di IGA 2018 mendatang, setiap gagasan serta inovasi bakal dinilai melalui beberapa indeks penilaian.

Di antaranya terkait penilaian melalui indeks peningkatan pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat sekitar. “Saya harap inovasi tidak hanya digagas oleh Pemerintah Daerah saja, tapi masyarakat juga bisa berperan untuk menyumbang gagasan,” terang Hadi.

Sementara itu, Kepala Balitbangda Kabupaten Malang Mursyidah mengaku siap untuk mempertahankan gelar. Jika mengacu pada tahun lalu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini berhasil menyabet juara pertama pada kategori Sistim Inovasi Daerah (Sida). “Ini terus kami bahas terkait inovasi apa yang bakal kita usung pada IGA 2018 ini, kami harap tahun ini bisa mengulang prestasi” pungkasnya.