Bawaslu Gandeng Pramuka dan Rapi, Incar Pelanggar Pemilu

Sep 23, 2018 17:31
M Wahyudi Ketua Bawaslu Kabupaten Malang saat menyampaikan pihaknya menggandeng pramuka dan RAPI dalam monitoring kampanye, Minggu (23/9/2018) (Nana)
M Wahyudi Ketua Bawaslu Kabupaten Malang saat menyampaikan pihaknya menggandeng pramuka dan RAPI dalam monitoring kampanye, Minggu (23/9/2018) (Nana)

MALANGTIMES - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malang menggandeng Pramuka dan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) dalam melakukan monitoring gelaran pemilihan presiden (Pileg) dan calon legislatif (Pileg) 2019.

Baca Juga : Ini Jawaban Ustaz Yusuf Mansur saat Ditanya Apakah Dukung Anies Baswedan Maju Pilpres 2024

Selain tetap melibatkan unsur perguruan tinggi (PT), seperti dalam pilihan gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) berapa waktu lalu. 

Pelibatan pramuka dan RAPI sebagai metode pengawasan yang diusung oleh Bawaslu,  yakni pengawasan partisipatif. 

Hal ini disampaikan Ketua Bawaslu Kabupaten Malang Muhammad Wahyudi setelah melaksanakan deklarasi pemilu damai sebagai gong dimulainya kampanye.

"Untuk Pileg dan Pilpres kita kerjasama dengan rekan-rekan pramuka dan RAPI. Sehingga harapan kami, seluruh elemen masyarakat ikut serta memonitoring jalannya kampanye secara partisipatif, " kata Wahyudi kepada MalangTIMES,  Minggu (24/9/2018). 

Pelibatan pramuka dan RAPI, masih lanjut Wahyudi, dikarenakan pemilu 2019 cukup banyak kontestan dari partai politik (parpol) sekaligus juga ada dua gelaran besar secara bersamaan di tahun ini. Sehingga tidak menutup kemungkinan adanya pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di setiap daerah pemilihan (dapil). 

"Melalui pengawasan partisipatif, maka bisa dieliminir pelanggaran tersebut. Kita tidak bisa hanya mengandalkan pengawasan dari pihak kita saja, " ujarnya. 

Beberapa pelanggaran yang nantinya akan dimonitoring secara serius adalah mengenai pelibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam kampanye.

Baik secara langsung maupun dalam konteks program-program pemerintahan yang bertujuan untuk mengampanyekan parpol atau sosok calon yang ikut dalam kontestasi pemilu 2019.

Pasalnya, di ranah tersebutlah yang kerap terjadi pelanggaran dengan melihat berbagai kasus dalam pemilu.

Baca Juga : Dewan Dorong Pemkot Malang Salurkan Bantuan Sembako bagi Warga Terdampak Covid-19

"Jadi ini salah satu fokus kita dalam pengawasan. Kita juga aktif koordinasi dengan pemangku kepentingan pemerintahan dalam hal ini. Tapi, tentunya laporan maupun temuan pelanggaran tidak serta merta kita tindak. Ada tahapannya dari kita. Pengawasan kita juga sifatnya pencegahan" ujar Wahyudi. 

Apabila terjadi pelanggaran, Bawaslu akan memperingati terlebih dahulu parpol maupun calonnya sampai tiga kali. Apabila tetap melakukan pelanggaran,  maka pihaknya akan terlebih dahulu melakukan klarifikasi kepada pihak bersangkutan. 

Kalau ternyata masih melakukan pelanggaran, maka Bawaslu akan menindaknya sesuai aturan. "Bisa sampai pada pencoretan calon tersebut, " tegas Wahyudi. 

Dikesempatan yang sama, Hari Sasongko dari PDI Perjuangan menyatakan, tentunya apa yang diharapkan seluruh masyarakat atas berjalannya pemilu 2019 yang aman, tertib,  dan santun. Adalah harapan yang sama dengan peserta pemilu. 

"Kita percayakan pengawasan tersebut kepada Bawaslu. Selain tentunya pelibatan masyarakat dalam monitoring pelanggaran adalah hal bagus yang perlu didukung semua pihak," ujarnya. 

 

 

Topik
MalangBerita MalangBadan Pengawas PemiluBawasluRadio Antar Penduduk IndonesiaPemilihan Presidencalon legislatif (Pileg) 2019
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru