Upaya pemadaman kebakaran kawasan padang savana Bromo pada awal September lalu. (Foto: BPBD Kabupaten Malang)
Upaya pemadaman kebakaran kawasan padang savana Bromo pada awal September lalu. (Foto: BPBD Kabupaten Malang)

MALANGTIMES - Lahan dengan luas sekitar 65 hektare yang terbakar di kawasan padang savana Gunung Bromo mulai pulih secara alami. Meski demikian, selama musim kemarau belum berakhir, jumlah patroli ditingkatkan sebagai antisipasi kebakaran berulang. 

Patroli tersebut dilakukan bersama antara masyarakat sekitar dengan petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru (BB TNBTS). Secara rutin dilakukan pemantauan terutama di titik-titik kering yang tidak terbakar. 

Baca Juga : Curhat Pelaku Pariwisata ke Menteri Pariwisata Wishnutama, Seperti Apa ?

Kepala BB TNBTS John Kenedie mengungkapkan, diperlukan sejumlah langkah strategis untuk mencegah kejadian kebakaran berulang. "Salah satunya dengan meningkatkan pemantauan. Termasuk melibatkan masyarakat, hingga pemandu wisata yang melintas di padang savana untuk melaporkan kondisi savana," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan stake holder dan pemerintah daerah terkait. "Kami juga mengusulkan peningkatan sarana pengendalian kebakaran hutan berupa mobil pengangkut air, pompa penyemprot air dan peralatan manual mekanik lainnya sesuai topografi TNBTS," terangnya.

Sementara itu, lanjut John, lahan hangus akibat peristiwa kebakaran yang terjadi 1 September 2018 lalu dibiarkan untuk pulih secara alami. "Memang dibiarkan tumbuh alami. Karena kalau menanam di taman nasional harus di zona rehabilitasi. Tidak bisa sembarangan," urainya. 

John juga menegaskan, bahwa peristiwa kebakaran tersebut tidak mempengaruhi wisata. Menurutnya, pada saat awal terjadinya kebakaran, sempat dilakukan pengalihan jalur. Yakni jalur lalu lintas wisatawan Jemplang menuju Bromo dari Kabupaten Malang sempat dialihkan ke pintu masuk Wonokitri Kabupaten Pasuruan. 

Baca Juga : Penutupan Tempat Wisata dan Hiburan di Kota Batu Diperpanjang sampai 21 April

Namun saat ini jalur wisatawan kembali normal. "Jalur wisatawan tidak terpengaruh, karena kebakaran terjadi di plentongan, bukan pada kawasan wisata. Memang tempat swafoto 'Bukit Teletubbies' saat ini pemandangannya tidak sebagus biasanya akibat kebakaran ini," kata John. 

Meski demikian, BB TNBTS akan berupaya terus melakukan sosialisasi pada masyarakat maupun wisatawan untuk tidak menyalakan api di kawasan taman nasional guna mencegah kebakaran serupa. "Tentunya kami juga akan meningkatkan patroli pemantauan dengan mengoptimalkan masyarakat sekitar TNBTS," pungkasnya.