Suasana pertandingan biliar di Gor Gajah Mada, Kecamatan Batu, Sabtu (22/9/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Suasana pertandingan biliar di Gor Gajah Mada, Kecamatan Batu, Sabtu (22/9/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

MALANGTIMES - Sejumlah 256 atlet biliar dari berbagai daerah ikuti kejuaraan Kamui Open 10 Ball Championship yang digelar oleh Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kota Batu. Dalam kejuaraan yang diselenggarakan sejak 18-23 September 2018, tersisa 64 atlet yang yang bakal berebut di final pada hari ini di GOR Gajah Mada, Kecamatan Batu, Sabtu (22/9/2018).

Baca Juga : Pemain Arema Tak Lagi Kirim Video Latihan, Ternyata Ini Sebabnya

Pada turnamen yang digelar selama enam hari para peserta akan memperebutkan hadiah sebesar Rp 100 juta. Serta satu pemenang akan berangkat untuk bertanding dalam ajang All Japan Championship 2018 pada bulan Oktober mendatang. 

Tak cukup itu saja, untuk juara pertama berhak meraih Rp 35 juta dan biaya akomodasi senilai USD 3000. Namun pertandingan ini cukup berat melihat para atlet dari berbagai daerah.

Antara lain Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Bali, Kalimantan Selatan, Tangerang, Semarang, Pekalongan, Jogjakarta, Singkawang, Papua dan sebagainya.

Ketua Pobsi Kota Batu, Gaib Sampurna mengatakan, bahwa antusias peserta sangat tinggi. Tercatat ratusan peserta yang mendaftar. Bahkan ada banyak atlet nasional yang berpartisipasi seperti Syahroni, Irsyad, Fikri, Ponco dan banyak lagi. 

“Untuk Kota Batu, atlet yang ikut dan lolos berebut bakal final seperti Edo Bonang, Eko P, dan Erwin ST. Dan antusiasnya yang ikut tanding ini sangat tinggi, kami tidak menyangka juga atlet nasional ikut,” kata Gaib.

Baca Juga : Masih Cari Pengganti Ratu Tisha, Waketum PSSI: Tugas dan Tanggung Jawab Sekjen Itu Berat

Ia menjelaskan, untuk sistem panitia menerapkan sistem single elimination di babak kualifikasi. Kemudian dilanjutkan dengan sistem double elimination pada babak utama. Sehingga, saat memasuki babak utama atlet bisa bertanding sebanyak dua kali.

Menurut dia digelarnya turnamen biliar ini juga  menyambut HUT ke 17 Kota Batu sekaligus menjaring bibit-bibit muda atlet biliar bertalenta, khususnya di Kota Batu. Di mana saat ini Kota Batu hanya memiliki 19 atlet yang tergabung dalam POBSI.

“Dengan adanya kegiatan ini muncul bibit-bibit atlet biliar di Kota Batu. Dan semoga nantinya atlet biliar bisa berlaga Pekan Olahrga Provinsi Jatim 2019,” ungkapnya.