Guru SD Culik Siswanya Sendiri (3)

Ibu Kandung Bocah Penculikan : Saya Sudah Curiga, Malam Tahun Baru Lalu Saya Larang LBM Bergaul Dengan Tersangka

Sep 22, 2018 19:03
Keluarga korban saat menceritakan hubungan kedekatan antara korban penculikan dengan tersangka (foto: Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Keluarga korban saat menceritakan hubungan kedekatan antara korban penculikan dengan tersangka (foto: Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang mendadak ramai dipenuhi puluhan orang. Rombongan guru salah satu Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Karangduren Kecamaan Pakisaji, beserta keluarga korban penculikan nampak histeris, mengiringi kedatangan LBM warga Perumahan KDP Desa Karangduren Kecamatan Pakisaji, sabtu (22/9/2018). Bahkan sebagian guru juga ada yang pingsan, mengetahui korban akhirnya bisa diselamatkan polisi.

Ibu kandung korban penculikan F menuturkan, selama ini pelaku penculikan Sobirin memang kenal dekat dengan LBM. Kedekatan keduanya bermula sekitar dua tahun lalu, tepatnya saat korban duduk di bangku kelas dua sekolah dasar. “Tersangka merupakan guru kesenian, kemudian membentuk grub musik dan mengajak anak saya,” tutur salah satu ustadzah yang ditokohkan di Desa Karangduren ini.

Sambil menggendong putra bungsunya, F menambahkan, putra pertamanya dari dua bersaudara tersebut memang gemar bermain musik. Beberapa alat musik memang bisa dimainkan oleh LBM. Ketrampilan tersebut didapatkan putra sulungnya berkat belajar dan membentuk grup band yang digawangi oleh tersangka sejak dua tahun lalu. Sayangnya, ketrampilan tersebut membuat siswa kelas IV sekolah dasar (SD) ini, menjadi jarang belajar dan lebih memilih bermain musik. Puncaknya, pada malam tahun baru 2018 lalu, keluarga menegur bocah sembilan tahun itu, serta melarangnya bermain musik lagi. “Terimakasih, akhirnya anak saya ditemukan. Saya berharap agar tersangka dihukum seberat-beratnya, agar tidak mengulang tindakan serupa kepada siswa lainnya,” tegas F kepada MalangTIMES.

Kejadian ini juga menyita perhatian guru pengajar LSM, korban penculikan. Wali kelas korban Hudi Iswanto menceritakan kilas balik kejadian yang menimpa anak didiknya tersebut. Rabu (19/9/2018) lalu, Hudi memberikan materi pembelajaran kepada siswa kelas IV. Di tengah penyampaian materi, tiba-tiba Sobirin masuk ke dalam kelas dan mengajak LBM untuk mencari sepedanya yang hilang. Sekitar pukul 09.00 pagi, korban beserta tersangka pergi meninggalkan kelas. “Semula saya tidak curiga dan memperbolehkan Sobirin meninggalkan ruang kelas bersama korban,” terang Hudi sambil meneteskan air mata.

Kepada MalangTIMES Hudi menambahkan, berselang 45 menit kemudian, tersangka belum kembali ke sekolah. Kejadian ini lantas diberitakan kepada orang tua korban. Merasa panik, insiden tersebut lantas dilaporkan kepada perangkat desa setempat, dan dilanjutkan ke petugas kepolisian. Kamis (20/9/2018) lalu, guru beserta keluarga korban penculikan bocah sembilan tahun ini, lantas membuat laporan ke UPPA Polres Malang. “Kami tidak menyangka tersangka tega melakukan penculikan, selama ini Sobirin memang dekat dengan para siswanya. Ke depan kami akan lebih mawas diri, agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru