A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/home/malangtimes.com/public_html//laksamana/ci_sessionq8ka8j3aas8u4ef9t2c073g1vcan0nen): Failed to open stream: No space left on device

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 177

Backtrace:

File: /home/malangtimes.com/public_html/application/controllers/News.php
Line: 10
Function: __construct

File: /home/malangtimes.com/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /home/malangtimes.com/public_html//laksamana)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 137

Backtrace:

File: /home/malangtimes.com/public_html/application/controllers/News.php
Line: 10
Function: __construct

File: /home/malangtimes.com/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Polisi Sebut Presiden Eksekutif Mahasiswa UB Menyesal setelah Pukul Temannya - Malang Times
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Hukum dan Kriminalitas

Polisi Sebut Presiden Eksekutif Mahasiswa UB Menyesal setelah Pukul Temannya

Penulis : Irsya Richa - Editor : Yunan Helmy

22 - Jun - 2024, 20:01

Placeholder
Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Danang Yudanto. (Foto: Irsya Richa/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Satria Naufal Putra Ansar (SNPA), presiden Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya (EMUB), telah memenuhi panggilan Satreskrim Polresta Malang Kota di pada Jumat (21/6/2024). 

Selama pemeriksaan, Satria dicecar sebanyak 30 pertanyaan oleh petugas atas dugaan kekerasan terhadap teman sekampusnya. Yakni Muhammad Jannah Alfana (MJA),  mahasiswa semester delapan Fakultas Matematika dan Ilmu Alam (MIPA) Jurusan Instrumentasi. Diduga akibat kekerasan ini, kotban mengalami gangguan penglihatan pada mata sebelah kiri dan mengakibatkan luka lebam.

Baca Juga : Unisma Beri Opsi Mahasiswa Bisa Lulus Tanpa Kerjakan Skripsi ataupun Tesis

“Terkait penganiayaan, terlapor sudah menghadiri panggilan penyidik. Sesuai panggilan, datang kooperatif dan juga memberikan keterangan,” ungkap Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto, Sabtu (22/6/2024).

Pemeriksaan Satria Naufal kurang lebih menghabiskan waktu  2 jam. Hingga saat ini,  polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap 8 saksi.

Danang menjelaskan, kejadian ini bermula adanya kesalahanpaham antara terlapor dan pelapor. Lokasi kejadiaan di depan KFC Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, pada 13 Juni 2024 pukul 04.00 WIB.

Di antara Satria Naufal dan Muhammad Jannah terjadi ketersinggungan. Saat itu teman  Satria Naufal sedang bersama di suatu tempat. Kemudian diajak atau dihubungi oleh teman Muhammad Jannah untuk bergabung di suatu tempat.

Baca Juga : PDIP Beri Isyarat: Hengky Kurniawan Dapat Tugas Maju sebagai Bacawali Blitar 2024

“Kemudian ada kesalahpahaman, lalu ada cekcok sampai ada pemukulan tersebut,” ujar Danang.

Dalam kasus ini Satria Naufal mengaku memukul Muhammad Jannah. Namun, Satria Naufal mengaku setelah kejadian tersebut menyampaikan penyesalannya. “Tapi penyidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya,” terang Danang.


Topik

Hukum dan Kriminalitas Kasus presiden Eksekutif Mahasiswa UB kasus penganiayaan Polresta Malang Kota



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy