A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/home/malangtimes.com/public_html//laksamana/ci_session2bj0blkcchsi53an34m9hucdj00vocjr): Failed to open stream: No space left on device

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 177

Backtrace:

File: /home/malangtimes.com/public_html/application/controllers/News.php
Line: 10
Function: __construct

File: /home/malangtimes.com/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /home/malangtimes.com/public_html//laksamana)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 137

Backtrace:

File: /home/malangtimes.com/public_html/application/controllers/News.php
Line: 10
Function: __construct

File: /home/malangtimes.com/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Tahun 2025, MCC Ditarget Tak Bergantung pada APBD - Malang Times
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Tahun 2025, MCC Ditarget Tak Bergantung pada APBD

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

22 - Jun - 2024, 13:53

Placeholder
Gedung MCC.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menargetkan bahwa pada tahun 2025 mendatang, Malang Creative Center (MCC) tak lagi mengandalkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Malang. 

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi. Ia mengatakan, sebenarnya keberadaan MCC memang bukan diorientasikan pada profit. 

Baca Juga : Pemkab Malang Terima Kunjungan Pemkab Sleman, Beber Pengembangan Digitalisasi di Desa

"MCC bukanlah proyek yang diorientasikan pada profit, namun sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat dalam menghimpun para pelaku ekonomi kreatif," ujar Eko.

Di sisi lain, dirinya mencatat, kurang lebih selama satu tahun setelah diresmikan, MCC telah mampu mengalokasikan sebagian kegiatannya untuk berkontribusi pada geliat ekonomi kreatif (ekraf). Bahkan menurutnya mencapai sekitar 60 persen. 

"Hingga saat ini, MCC telah mengarahkan 60 persen operasional untuk kepentingan masyarakat, sementara sisanya, 40 persen memang untuk aspek komersial," jelas Eko.

Dirinya pun berkeyakinan bahwa pada tahun 2025 mendatang, seluruh fasilitas beserta aktivitas MCC dapat mencapai optimalisasi penuh. Sehingga secara berangsur bisa meningkatkan kemandiriannya. 

"Sementara kontribusi dari sektor komersial diharapkan juga dapat berkontribusi signifikan melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD), seperti yang telah tercapai dari sektor pajak parkir hingga saat ini," tambahnya.

Sebelumnya diketahui, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) telah mengutarakan keinginan agar MCC tidak lagi mengandalkan APBD mulai tahun 2025. Dirinya pun menilai bahwa langkah itu sejalan dengan upaya yang dilakukan agar MCC dapat berdiri sendiri secara ekonomi. 

Baca Juga : Gayeng dan Sehat Bersama Warga Melalui NGOMBE STMJ

Dalam konteks ini, Eko juga mengungkapkan, telah ada minat besar dari berbagai investor untuk berinvestasi dalam unit-unit komersial di MCC. Seperti investor di bidang bioskop atau olahraga.

"Investor dari berbagai sektor seperti bioskop dan olahraga telah menunjukkan minat yang tinggi untuk berpartisipasi dalam pengembangan MCC," tutur Eko.

Melalui langkah-langkah ini, Eko berharap MCC dapat terus menjadi pusat inovasi dan pertumbuhan ekonomi kreatif bagi masyarakat Kota Malang, serta mendukung kemandirian ekonomi lokal.


Topik

Pemerintahan MCC malang creative center pemkot malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Sri Kurnia Mahiruni