Kepala UPT LLAJ Malang Dishub Provinsi Jatim Lely Aryani (kiri) bersama Kadishub Kabupaten Malang Hafi Lutfi saat berbincang mengenai pra penganugerahan WTN 2018-2019 di ruang rapat UPT uji kir Talangagung,  Kepanjen, Jumat (21/9/2018). (Nana)
Kepala UPT LLAJ Malang Dishub Provinsi Jatim Lely Aryani (kiri) bersama Kadishub Kabupaten Malang Hafi Lutfi saat berbincang mengenai pra penganugerahan WTN 2018-2019 di ruang rapat UPT uji kir Talangagung, Kepanjen, Jumat (21/9/2018). (Nana)

MALANGTIMES - Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) kembali digelar oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di seluruh kabupaten/ kota se-Indonesia. Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada kabupaten/kota yang mampu menata transportasi publik dengan baik. Berkelanjutan dan berbasis kepentingan publik dan ramah lingkungan. 

Penghargaan WTN inilah yang kini  dipersiapkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang sebelum proses penilaian secara tertutup yang dilakukan oleh tim Kemenhub dilakukan  sekitar bulan Oktober-November 2018 mendatang. 

Dalam pra-WTN,  Dishub Kabupaten Malang menyiapkan tiga indikator yang nantinya akan dinilai. Yakni, unit uji kendaraan bermotor di UPT balai uji kir Talangagung, pelayanan angkutan di Terminal Talangagung dan fasilitas keselamatan pada tujuh ruas jalan raya. 

Tiga indikator yang akan dinilai dan dibawa ke tingkat nasional tersebut secara langsung dipantau terlebih dahulu oleh tim dari Dishub Provinsi Jatim. "Hari ini tim provinsi melakukan pemantauan di tiga bidang tersebut. Tim melakukan pengecekan langsung di tiga lokasi yang akan dinilai, " kata Hafi Lutfi, kepala Dishub Kabupaten Malang, Jumat (21/9/2018) kepada MalangTIMES. 

Pada kesempatan yang sama, MalangTIMES mendapatkan kesempatan mewawancarai tim Provinsi Jatim yang sedang melakukan pemantauan. Lely Aryani -kepala UPT LLAJ Malang dari Dishub Provinsi Jatim-  membenarkan kegiatan yang sedang dilakukan timnya untuk mempersiapkan penilaian WTN 2018-2019. "Ini merupakan tahapan penganugerahan WTN. Kami melakukan pemantauan terlebih dahulu sebelum adanya penilaian tertutup," ucap dia. 

Lely melanjutkan, dalam proses pemantauan yang dilakukan tim, secara umum tiga indikator yang ada di Kabupaten Malang sudah tidak ada masalah. Misalnya,  di balai uji kir Talangagung yang sudah terakreditasi. "Sudah berjalan dan layak untuk diajukan naik ke tingkat nasional dalam WTN 2018-2019 ini, " ujarnya kepada MalangTIMES. 

Seperti diketahui balai uji kir Talangagung,  Kepanjen, secara infrastruktur dan peralatan uji kir telah memenuhi persyaratan. Dengan kapasitas 400 kendaraan perhari dan terlayani 50 persennya lebih. Ditunjang dengan alat uji kir yang terkalibrasi secara periodik dan sebagian telah berupa alat digital. Telah memenuhi syarat untuk sebuah indikator bagi klasifikasi kota sedang,  seperti yang dipantau oleh Tim dari Dishub Provinsi Jatim. 

Lely juga menambahkan,  untuk indikator lainnya masih menunggu tim yang sedang bertugas di lapangan. "Ini hasil pemantauan belum selesai. Tapi tentunya pemantauan ini sifatnya sebagai bahan bagi pihak yang dipantau untuk melakukan berbagai penyempurnaan sampai nantinya ada penilaian," urainya yang kembali menegaskan,  bahwa di Kabupaten Malang sudah terhitung layak. 

Lutfi menambahkan, untuk persiapan WTN di indikator keselamatan pada ruas jalan ada tujuh lokasi. Yakni di Jalan Panji,  Sumedang,  Bromo, A. Yani,  Semeru,  Panarukan dan ruas jalan HM Sun'an. "Di sana tim provinsi melihat kelengkapan keselamatan bagi pengendara dan warga. Baik berupa rambu lalulintas,  marka jalan dan lainnya," ucapnya. 

Mantan kepala BPBD Kabupaten Malang ini berharap bahwa dengan kondisi saat ini,  tiga indikator tersebut,  mampu mengantarkan Kabupaten Malang ke tingkat nasional dalam WTN 2018-2019. "Karena kami membawa nama baik kabupaten. Karena itu, dalam pemantauan tim dari provinsi hari ini, kami akan menindaklanjuti hal-hal yang mungkin dirasa masih kurang," pungkas Lutfi. (*)