Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Memasuki Musim Bediding: Penjelasan dan Tips Menghadapinya

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

20 - Jun - 2024, 17:42

Placeholder
Ilustrasi seseorang tengah berada di musim bediding saat pagi hari. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Pengguna X @/zakiberkata atau Georitmus mengungkapkan bahwa mulai Kamis, 20 Juni hingga Sabtu, 22 Juni 2024, matahari mencapai titik balik atau condong maksimum di belahan Bumi Utara sebelum kembali bergerak menuju Equator. 

Fenomena ini disebabkan oleh kemiringan sumbu Bumi sebesar 23,5° dan menandai puncak paparan sinar Matahari maksimum di wilayah Kutub Utara dan minimum di wilayah Kutub Selatan.

Baca Juga : Waspada, Cilok Masuk Junk Food Lokal, Berikut Kandungannya!

"Di Indonesia sendiri, fenomena ini umumnya diikuti musim kemarau, disertai suhu yang lebih dingin dari biasanya terutama malam hari. Kalo di Jawa fenomena suhu ini biasa disebut musim Bediding," tulis Georitmus, dikutip Kamis (20/6).  

matahari mencapai titik balik atau condong maksimum di belahan Bumi Utara sebelum kembali bergerak menuju Equator. (foto: X @zakiberkata)

Matahari mencapai titik balik atau condong maksimum di belahan Bumi Utara sebelum kembali bergerak menuju Equator. (foto: X @zakiberkata)

Sementara itu, melansir situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena bediding dalam konteks klimatologi adalah hal normal dan berkaitan dengan kondisi atmosfer saat musim kemarau. 

Pada musim bediding, hujan jarang terjadi, mengakibatkan berkurangnya tutupan awan. Hal ini membuat panas permukaan Bumi akibat radiasi Matahari lebih cepat dan lebih banyak yang dilepaskan kembali ke atmosfer berupa radiasi balik gelombang panjang.

Dengan curah hujan yang rendah, kelembapan udara juga menurun, sehingga uap air di dekat permukaan Bumi berkurang. Bersamaan dengan kondisi langit yang cenderung bersih dari awan, radiasi balik gelombang panjang ini langsung dilepaskan ke atmosfer luar, membuat udara di dekat permukaan terasa lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari.

Kondisi ini umum terjadi di wilayah Indonesia yang dekat dengan khatulistiwa hingga bagian utara. Meski pagi hari cenderung lebih dingin, udara pada siang hari akan terasa lebih panas karena ketiadaan awan. Dan kurangnya uap air saat musim kemarau menyebabkan radiasi langsung matahari lebih banyak mencapai permukaan Bumi.

Di wilayah selatan Indonesia seperti Sumatera Selatan, Jawa bagian selatan hingga Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB), suhu udara pada siang hari juga akan lebih rendah dibandingkan periode bulan lainnya.

Untuk mengatasi dan mengurangi dampak suhu dingin selama musim Bediding, berikut beberapa tips yang dapat Anda terapkan:

1. Kenakan Pakaian Hangat: Saat keluar rumah pada malam atau pagi hari, pastikan Anda mengenakan pakaian hangat seperti jaket, sweater, atau syal.

Baca Juga : Viral, Mualaf di Papua Bawa Babi untuk Dikurbankan di Hari Raya Idul Adha 

2. Minum Air Hangat: Mengonsumsi minuman hangat seperti teh atau air jahe dapat membantu menjaga suhu tubuh tetap hangat.

3. Gunakan Selimut Tebal: Pada malam hari, gunakan selimut tebal untuk menjaga tubuh tetap hangat selama tidur.

4. Hindari Paparan Langsung: Jika memungkinkan, hindari berada di luar ruangan terlalu lama pada malam atau pagi hari saat suhu paling dingin.

5. Perbaiki Pola Makan: Makan makanan bergizi yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh, seperti sup hangat, buah-buahan, dan sayuran.

6. Tetap Aktif: Lakukan aktivitas fisik ringan untuk membantu meningkatkan suhu tubuh, seperti berjalan-jalan atau peregangan.

 

Dengan memahami fenomena musim Bediding dan mengikuti tips-tips di atas, Anda dapat menjaga kesehatan dan kenyamanan selama menghadapi suhu dingin di musim kemarau ini. Semoga membantu!


Topik

Peristiwa Musim Bediding bediding cuaca dingin



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni